BETANEWS.ID, PATI – Akuarium berbagai ukuran terlihat tertata rapi di sebuah toko, Desa Wedarijaksa, Kecamatan Wedarijaksa, Kabupaten Pati. Di antara kolam kaca itu, seorang pria terlihat sedang membersihkan sebagian darinya. Ia kemudian terlihat bergeser memberi makan berbagai jenis ikan hias yang berada di sisi lain. Pria itu adalah Agung Rismiyanto (38), Pemilik Agung Akuarium.
Agung kemudian bercerita kepada betanews.id awal mula merintis usahanya pada 2008 lalu. Ia mengaku hanya mencoba-coba untuk berjualan ikan hias bermodalkan hanya Rp 40 ribu. Dengan uang tersebut, ia belikan ikan hias untuk ia jual kembali dan juga sebagai uang transport.

“Pertama, lagi nggak ada modal, kemudian modal itu saya putarkan dan semaksimal mungkin dengan cara saat itu untuk modal putaran kelilingan,” ujarnya kepada Betanews.id, Kamis (3/12/2020).
Baca juga: Aquascape, Pesona Keindahan Alam Dalam Akuarium yang Digemari Banyak Kalangan
Hingga tahun pertama, ia masih bimbang untuk melanjutkan usahanya itu. Ia mencoba menekuni dunia kerajinan aksesoris seperti reklame, tulisan, dan kerajinan lainnya. Namun, ia gagal dan mencoba kembali untuk menekuni bisnis ikan hias untuk yang ke dua kalinya.
“Sebelum naik sempat jatuh satu tahun, karena masih bimbang dan karena keterbatasan modal. Setelah itu saya lihat, kok prospeknya lumayan bagus dan kemudian saya beranikan diri untuk jualan keliling lagi di acara-acara besar seperti di sekolahan, pasar, dan selanjutnya juga bisa masuk ke hiburan termasuk event, haul, tradisi, pokoknya ada keramaian saya datangi,” ungkapnya.
Setelah itu, pada 2010 ia mencoba merambah ke dunia akuarium dengan mendirikan toko. Selain akuarium, ia juga menjual berbagai perlengkapannya, termasuk aquascape.
“Tidak ada angan-angan untuk buka toko karena melihat dari modal juga memang sangat tipis, kebetulan setelah saya mencoba kok ada peluang jadi saya manfaatkan semaksimal mungkin,” ujarnya.
Baca juga: Purna dari Kades, Wahab Tekuni Bisnis Karya Seni untuk Penuhi Kebutuhan Keluarga
Pembeli akuarium dan ikan hias miliknya berasal dari wilayah Pati dan sekitarnya. Untuk wilayah lokal seperti Pati, Trangkil, Tayu, Pati Kidul, Juwana, dan lainnya. Selain itu, pelanggannya juga berasal dari luar kota seperti Kudus, Jepara, Demak, hingga paling jauh Bali.
“Pengiriman mungkin hanya di daerah Jawa karena sebenarnya tidak melayani. Lebih ke risiko dan juga keterbatasan tenaga di luar Jawa,” ucapnya.
Ikan hias yang ia jual ia dapatkan dari peternak yang berada di Tulungagung dan juga Kediri. Selain itu, untuk jenis ikan halus seperti ikan neon, predator, louhan kebanyakan ia ambil dari Bogor dan Bekasi.
Biasanya jualannya ramai saat puasa hingga lebaran. Namun, di masa pandemi ini ia mengaku penjualan ikan hias dan akuariumnya mengalami kenaikan.
“Untuk pandemi ada sisi positif dan negatifnya. Untuk ikan hias alhamdulillah penjualan masih bertahan dan lumayan bagus, karena mungkin konsumen butuh hiburan,” pungkasnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

