31 C
Kudus
Jumat, Februari 13, 2026

Mengulik Proses Pembuatan Film Mbatil Bersama Sang Penulis Naskah

BETANEWS.ID, KUDUS – Di dalam ruangan Restoran Super Penyet yang berada di tepi timur Jalan Kiai Agus Salim Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus tampak tiga perempuan berhijab sedang menyantap hidangan. Satu di antara perempuan tersebut yakni Miftakhurrohmah, penulis naskah film pendek Mbatil yang diuploud di chanel Youtube PC Fatayat NU Kudus.

Seusai makan, dia pun sudi berbagi penjelasan tentang pembuatan film Mbatil. Dia mengatakan, naskah film Mbatil merupakan karya ketiganya. Sebelumnya ia pernah bikin naskah film pendek KPU Kudus. Menurutnya, setelah diminta teman – teman Fatayat NU Kudus untuk bikin naskah film dengan judul Mbatil, untuk lomba dengan tema 16 hari anti kekerasan terhadap perempuan, ia pun menyanggupinya.

Baca juga : Film Mbatil Karya Fatayat NU Kudus, Kampanyekan Anti Kekerasan Terhadap Perempuan

-Advertisement-

“Setelah tahu temanya, saya pun kemudian eksplore ke beberapa teman yang kerja mbatil di perusahaan rokok. Bertanya tentang dinamika kehidupan sehari – hari dan kekerasan yang dialaminya,” ujar perempuan yang akrab disapa Miftakh kepada Betanews.id, Sabtu (5/12/2020).

Perempuan yang juga mantan pimpinan cabang Fatayat NU Kudus itu menuturkan, untuk membikin naskah film Mbatil lumayan cepat, tidak sampai semalam. setelah naskah jadi, siangnya diberikan kepada teman – teman Fatayat NU Kudus untuk dikoreksi. Atas saran teman – teman, bahasanya lebih baik menggunakan bahasa Jawa medok yang khas Kudusan.

“Kalau bahasa Jawa Kudusan kan akhiran katanya identik dengan em ya. Misal Nggonem, karepem dan lainnya,” bebernya.

Setelah naskah, jadi tuturnya, dilanjut proses syuting. Menurutnya, proses syutingnya juga bisa dibilang relatif singkat hanya tiga jam saja. Mulai pukul 14.00 sampai 17.00 WIB. Menurutnya, tidak ada kendala berarti dalam pembuatan film Mbatil.

“Kalau kendala bisa dibilang sedikit ya. Palingan talent yang tadinya bisa ikut, ternyata pas mendekati hari syuting ada yang gak bisa. Jadi harus cari ganti dengan karakter yang mirip. Oh ya, semua pemain di Film Mbatil itu semua anggota Fatayat NU Kudus, dan sopirnya itu anggota Ansor. Jadi memang sukarela dan gratis,” jelasnya.

Dia mengatakan, setelah lihat hasilnya dan respon penonton bagus, dia mengaku bangga. Serta berencana PC Fatayat NU Kudus akan bikin film pendek lanjutan yang bertema edukasi tentang kehidupan para perempuan. “Ya ini rencana ada film pendek lagi. Nantikan dan tonton ya, jangan lupa dibantu subscribe chanel PC Fatayat NU Kudus,” ujarnya.

Baca juga : Bersatu Perangi Corona, Lazisnu Singocandi Semprot Disinfektan di Masjid

Satu di antara pemain sekaligus sekertaris PC Fatayat NU Kudus yakni Any Muchoyaroh menuturkan, baru pertama kali ikut syuting proses pembuatan film pendek. Menurutnya sangat menyenangkan, apalagi ini film untuk kampanye anti kekerasan terhadap perempuan jadi ia mengaku sangat antusias terlibat dalam pembuatan film Mbatil.

“Kalau kendala paling menghafal skrip saja. Tapi menyenangkan, kalau diajak syuting lagi pembuatan film pendek bertema edukasi untuk kehidupan perempuan, saya selalu siap,” ujarnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER