BETANEWS.ID, KUDUS – Seorang pria dan perempuan muda tampak sibuk di dalam sebuah rumah yang berada di RT 1 RW 5 Desa Besito, Kecamatan Gebog, Kabupaten Kudus. Yang pria tampak sedang mengupas singkong sedangkan perempuannya tengah mengaduk adonan. Perempuan tersebut yakni Rezky Pratamay Lida (19) owner Getuk Cilik.
Sembari melanjutkan aktivitasnya, perempuan yang akrab disapa Eky itu sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, mulai merintis usaha Getuk Cilik sejak Oktober 2020. Sebelumnya, setelah lulus SMK ia bekerja di Kalimantan jadi baker di toko roti. Ia mengaku bekerja di toko roti tersebut sekitar selama satu tahun.

“Sebenarnya saya itu masih ingin kerja di Kalimantan. Namun karena ada pandemi Covid-19, ibu saya khawatir kalau saya di Kalimantan nanti tertular. Oleh sebab itu ibu saya meminta agar saya keluar kerja dan pulang ke Kudus. Karena tak ingin jadi anak yang durhaka aku pun menyetujui perintah ibuku,” ujar Eky kepada Betanews.id, Rabu (2/12/2020).
Baca juga: Kue Kamir Khas Arab, Pertama di Kudus yang Kini jadi Primadona
Gadis lajang itu menuturkan, saat pulang ke Kudus Juli lalu, ia menganggur di rumah cukup lama. Karena jenuh dan ogah menganggur lebih lama lagi, dia pun berinisiatif untuk merintis usaha. Hingga muncullah ide untuk memproduksi getuk cilik. Dia mengaku, memilih produksi getuk dan menjualnya, karena ia ingin mengangkat makanan tradisional agar lebih digemari.
Selain itu, lanjutnya, ia juga melihat peluang. Sebab, selama pandemi, usaha yang bisa bertahan dan tetap berjalan itu usaha bidang makanan, terutama camilan. Atas pertimbangan tersebut, ia pun mantap untuk produksi getuk cilik.
“Getuk cilik saya itu terbuat dari singkong ketan. Getuk itu kan identik makanan untuk orang tua. Oleh sebab itu, agar getuk saya juga digemari anak muda jaman sekarang, saya pun mengolahnya dengan cara kekinian,” ungkap anak pertama dari tiga bersaudara tersebut.
Dia mengatakan, getuk cilik diolah dengan cara kekinian dan tersedia berbagai isian rasa dan toping. Antara lain, cokelat, stroberi, keju, serta gula aren. Untuk topingnya ada blue mint, cokelat, stroberi, dan mangga. Untuk harga, ia bandrol Rp 10 ribu per pak isi 10 getuk.
“Getuk cilik saya jual dalam kondisi matang dan frozen. Untuk harga saat ini masih promo jadi saya banderol sama yakni Rp 10 ribu per pak isi 10 biji,” jelasnya.
Baca juga: Empuk dan Renyahnya Singkong Keju Proliman yang Sayang Jika Dilewatkan
Dia menuturkan, selama ini getuk cilik dipasarkannya dari mulut ke mulut dan lewat media daring, yakni WhatsApp dan Facebook. Menurutnya, selama ini peminat getuk cilik lumayan banyak. Dalam sehari ia mengaku bisa menjual sekitar 20 pak. Pelanggan selain orang Kudus ada juga yang dari Pati.
“Sebenarnya peminat getuk cilik itu banyak, terutama dari lain daerah. Namun kami masih terkendala di pengirimannya,” ungkapnya.
Dia berharap getuk cilik makin diminati dan makin dikenal, serta tambah laris dan banyak pesanan. Ke depan segara mungkin bisa buka kedai, dan bisa mengembangkan lagi dengan cara buka kerja sama secara waralaba.
“Bahkan saat ini ada teman yang siap untuk gabung kerja sama franchise, yakni teman di Pati dan Banjarnegara,” tutupnya.
Editor: Ahmad Muhlisin

