Untung Menggiurkan dari Jualan Bibit Padi di Babalan Kudus

BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Kudus-Purwodadi tepatnya seberang makam umum Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus, tampak ribuan ikat bibit padi. Di antara ribuan bibit itu, terlihat beberapa pria yang sedang sibuk melayani pembeli. Mereka tampak melepas tali pada bibit padi, kemudian diikat lagi menjadi ukuran yang lebih kecil. Satu di antara pria itu yakni Kaslan (70) penjual bibit padi.

Sembari beraktivitas, Kaslan sudi berbagi kisah tentang usahanya itu. Dia mengatakan, berjualan bibit padi sudah lebih dari 20 tahun. Menurutnya, jualan bibit padi hasilnya sangat menjanjikan. Meski diakuinya usaha berjualan bibit padi merupakan usaha musiman. Sebab, jualan bibit padi itu lakunya saat musim tanam, atau saat musim penghujan.

Kaslan menunjukkan bibit padi yang dijualnya. Foto: Rabu Sipan.

“Padahal biasanya para petani itu setiap musim tanam datang, mereka itu sudah menebar benih untuk dijadikan bibit padi. Namun, karena ada ‘gaib’ (berbagai hama dan banjir) sehingga benih padi itu gagal disemai,” ujar Kaslan kepada Betanews.id, Selasa (24/11/2022).

-Advertisement-

Baca juga: Pasar Bibit Padi Babalan Kudus, Langganan Petani di Hampir Separuh Wilayah Jateng 

Pria yang tercatat sebagai warga Desa Medini, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus itu mengatakan, karena benih padi yang gagal disemai itu para petani kemudian berburu bibit padi. Satu di antaranya, ya di tempatnya.  Menurutnya, para petani lebih suka beli bibit padi dari pada menebar benih kembali. Sebab, panennya akan ketinggalan, bahkan bisa gagal panen nantinya.

“Karena itulah bibit padi yang saya jual ini laris manis. Harganya juga yang menentukan kami para pedagang. Kalau saat ini harga bibit padi standar, yakni Rp 5 ribu,” jelas pria yang sudah dikaruniai enam cucu tersebut.

Dia mengatakan, saat bibit padi langka ia pernah menjual bibit padi seharga Rp 7 ribu per ikat. Sedangkan pas lagi murah, bibit padi miliknya ia lepas dengan harga Rp 4 ribu.

Dia mengaku, mendapatkan bibit padi yang dijualnya dari para petani yang dibelinya secara borongan. Selain itu, ia juga menjadikan sawahnya sebagai lahan menebar benih untuk dijadikan bibit padi yang nantinya akan dijual.

Baca juga: Kecintaannya Pada Alam Muria Menuntun Dian Jadi Pembudidaya Parijoto yang Sukses

Lebih lanjut ia berkata, pembeli bibit padi selain para petani dia juga punya beberapa pelanggan bakul dari berbagai daerah. Di antaranya, Pati, Jepara, Demak, Karang Ngawen, Purwodadi, Blora, Boyolali, Sragen, Kendal, hingga Weleri.

“Saat permintaan ramai saya bisa menjual sampai tiga ribu pocong bibit padi sehari. Kalau sepi, kami masih bisa menjual bibit padi sekitar lima ratus pocong sehari,” beber dia yang mengaku jualan bibit padi mulai Bulan Agustus hingga April itu.

Untuk mampu menyediakan ribuan bibit padi setiap harinya, ia mengaku bersama rekannya harus merogoh kocek untuk modal sebesar Rp 50 juta. Modal tersebut untuk beli bibit di petani sekaligus untuk membayar kuli cabut padi tiap harinya.

“Modalnya memang lumayan besar. Namun hasilnya juga lumayan bisa sampai tiga kali lipatnya,” tandas Kaslan.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER