BETANEWS.ID, KUDUS – Di tepi Jalan Raya Besito, Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus tampak sebuah bangunan berisi penuh dengan produk rumah tangga. Di ruang tamu rumah berlantai dua yang masih jadi satu bagian bangunan tersebut, terlihat seorang perempuan menyiapkan berbagai bahan untuk dessert. Perempuan tersebut yakni Feby Thalisa (20) pemilik dari Dapoer Auristela dengan menu andalan yakni Dessert Filipina.
Seusai membuat Dessert Filipina atau buko pandan, dia sudi berbagi kisah tentang usahanya tersebut. Dia mengatakan, merintis usaha Dapoer Auristela dengan menu utama buko pandan sejak sebulan lalu. Dia mengaku, awalnya tidak bisa memasak sama sekali. Namun, setelah menikah ibunya berpesan agar ia mulai belajar memasak. Sebab sekarang dia sudah jadi ibu rumah tangga.

Baca juga : Jajanan Hits Long Potato Kini Ada di Kudus, Yuk Cobain Kerenyahannya
“Pesan ibu saya itu, aku tindaklanjuti. Saya belajar memasak kepada ibu mertua, belajar dari Youtube dan lainnya. Saya termotivasi bisa masak, karena saya ingin berbakti kepada suami. Saya ingin agar suamiku itu kalau makan ya di rumah, makan masakan istrinya dan betah di rumah,” ujar perempuan yang akrab disapa Feby kepada betanews.id, Jumat (30/10/2020).
Dari situ lanjutnya, ia sering cari refrensi masakan dari youtube. Hingga suatu hari sewaktu lagi cari refrensi dia melihat tutorial bikin dessert filipina atau buko pandan. Setelah selesai nonton, karena penasaran dengan rasanya ia pun mencoba membikinnya. Saat buko pandan itu sudah jadi kemudian dihidangkan kepada keluarganya. Diantaranya, saudara, mertua dan tentunya sang suami tercinta.
“Tak disangka ternyata semuanya bilang rasa buko pandan bikinanku enak, dan mereka semua suka. Saya pun kemudian meminta izin kepada suami untuk berjualan dessert filipina atau buko pandan secara online, dan suamiku mengizini,” beber perempuan yang sudah dikaruniai satu anak tersebut.
Dia menuturkan, setelah mengantongi izin dari suaminya, ia pun mulai bikin buko pandan dan dijualnya lewat media daring. Tak dinyana, ternyata banyak yang suka dengan dessert Filipina bikinan Feby. Kata dia, awalnya mereka penasaran, setelah mencicipi mereka jadi suka dan jadi sering pesan. Malah beberapa pelanggan itu sekarang jadi reseller yang ikut memasarkan buko pandan miliknya.
“Baru sebulan berjalan, sekarang saya sudah punya enam reseller yang ikut memasarkan buko pandanku,” ungkapnya.
Dia mengatakan, mengemas buko pandan ke dalam dua ukuran. Kemasan berisi 300 mililiter dijual dengan harga Rp 15 ribu. Sedangkan, untuk kemasan 400 mililiter dibanderol Rp 18 ribu. Setiap hari, tuturnya, rata – rata ia bisa jual antara 50 sampai 60 porsi. Dia mengaku, saat ini pelanggan masih kisaran orang Kudus saja.
“Sebenarnya banyak juga permintaan dari Jepara, Pati, serta daerah asal saya Rembang. Karena terkendala di pengiriman jadi pesanan dari lain daerah belum bisa saya layani,” jelasnya.
Perempuan berhijab itu menambahkan, setiap hari buko pandannya selalu tersedia. Buko pandan bikinannya sekarang juga bisa dipesan lewat aplikasi ojek online yakni Grab. Jadi bikinnya itu tidak menunggu ada pesanan terlebih dulu. Tapi memang sudah ready.
Baca juga : Tak Melulu untuk Sarapan, di Sini Bisa Makan Sereal Bertoping Unik Sambil Nongkrong
Menurutnya, buko pandan merupakan masakan khas negara Filipina. Buko pandan atau di Negara asalnya dikenal sebagai dessert itu biasanya digunakan sebagai hidangan penutup pesta. Ia pun bersenang, hati membeberkan komposisi dari buko pandan buatannya tersebut. Antara lain, ada agar – agar, daging kelapa muda buatan, kuah creamy perisa pandan. Kemudian ada juga topingnya yakni keju.
“Kalau rasanya itu manis dan gurih. Jadi sangat enak meresap di lidah. Saya berharap semoga buko pandan saya ini makin diminati dan makin laris,” ujar Feby yang juga punya produk lain di Dapoer Auristela yakni stuff roti.
Editor : Kholistiono

