BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, Erik Purwanto (38) tampak mengemas beberapa buku bacaan bekas. Setelah dikemas menggunakan plastik, kemudian dilapisi koran bekas dan dilapisi lakban. Kemudian buku – buku bekas yang dikemas itu pun ditempel kertas alamat tujuan pegiriman. Di ruangan itu tampak penuh oleh ribuan buku bacaan bekas yang tertata di rak besi bertingkat tiga. Tempat tersebut yakni toko buku bekas e-book-e yang koleksi buku bekasnya diminati orang luar negeri.
Sembari melakukan aktivitasnya, Erik begitu ia biasa disapa menuturkan, usaha jual buku bekas miliknya itu selain dijual secara konvensional di toko, ia juga menjualnya di beberapa marketplace. Sehingga jangkauannya itu bisa kemana saja, termasuk luar negeri. Dia mengakui beberapa kali dapat orderan pembelian buku bekas dari luar negeri.

Baca juga : Untung Menggiurkan dari Bisnis Buku Bacaan Bekas
“Sejak buku bekas saya pasarkan di marketplace, saya sering dapat pembeli dari Malaysia dan Singapura. Bahkan orderan dari kedua negara itu rutin setiap bulannya. Saya juga beberapa kali kirim buku bacaan bekas ke Negeri Sakura Jepang,” ujar Erik kepada betanews.id, Jumat (11/9/2020).
Pria warga Desa Tanjung Karang, Kecamatan Jati, Kudus itu pun sudi mengungkap buku bekas yang diminati orang luar negeri tersebut. Menurutnya, yang dipesan orang Malaysia dan Singapura itu kebanyakan buku tentang kanuragan, buku tentang klenik dan lain sebagaianya. Sekali pesan jumlahnya juga lumayan banyak.
Sedangkan pemesan buku bekas dari Jepang itu, tuturnya merupakan orang Indonesia yang bekerja di Negeri Sakura. Yang dipesan itu komik – komik Jepang lawas, yang di sana sudah tidak diproduksi. Namun, berbeda dengan pesanan dari kedua negara tetangga, yang bisa dipastikan ada setiap bulannya. Pesanan dari Jepang itu tidak tentu, jumlahnya juga tidak sebanyak orderan dari Singapura dan Malaysia.
“Sampai saat ini saya juga masih rutin dapat pesanan buku bacaan bekas dari Malaysia dan Singapura,” tandas Erik sambil menunjukan buku yang banyak dipesan orang dari kedua negara tetangga tersebut.
Pria yang sudah dikaruniai tiga anak itu mengatakan, mulai merintis usaha sampingan jual buku bekas sejak 2006. Koleksi buku bekas yang dijualnya ada sekitar 100 ribu buah, karya dalam dan luar negeri. Ada novel, komik, majalah, buku pelajaran mahasiswa, kamus dan lain sebagainya.
“Untuk harga sangat murah, novel, komik dan majalah, saya jual mulai Rp 2 ribu per pcs nya. Itu untuk buku bekas bacaan umum. Kalau untuk buku bekas langka, produksi terbatas, harganya bisa sampai ratusan ribu per bukunya,” ungkapnya.
Baca juga : Cerita Pelajar di Kudus yang Nekat Mulai Bisnis Sepatu Brand Lokal saat Pandemi
Dia mengatakan, selain pemesan dari luar negeri. Buku bekasnya juga lumayan diminati orang dalam negeri. Menurutnya, minat baca buku orang Indonesia masih tinggi. Itu terbukti setiap hari ia pasti dapat orderan untuk mengirim ke beberapa wilayah di Indonesia.
“Saya ini juga lagi packing beberapa buku untuk dikirim ke beberapa daerah di Indonesia. Ada Manado, Jakarta, Sidoarjo dan kota lainnya,” bebernya.
Editor : Kholistiono

