31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Hobi Desain, Vanhas Sukses Bisnis Custom Fashion Berlabel Wizzi Clothing

BETANEWS.ID, KUDUS – Di ruang produksi Wizzi Clothing terlihat beberapa pria dan perempuan sedang sibuk. Mereka berbagi tugas, ada yang sedang menjahit, menyablon, serta ada yang mengemas. Sedangkan di ruang bagian depan tampak seorang pria mengenakan kaus merah sedang memerhatikan proses desain. Pria tersebut yakni Vanhas (35) Owner Wizzi Clothing tempat bikin kaus.

Di sela aktivitasnya, pria warga Desa Prambatan Lor Gang 3, Kecamatan Kaliwungu, Kudus itu sudi berbagi kisah tentang usaha tersebut. Dia mengatakan, mulai merintis usaha clothing itu sejak Maret 2009. Alasan merintis usaha tersebut, dikarenakan dia sebelumnya menyukai dunia desain. Serta pernah hidup beberapa di Kota Gudeg Yogyakarta.

“Saya tinggal di Jogja sekitar tahun 2006. Di sana saya kumpul sama komunitas clothing, sekaligus mematangkan kemampuan desain dan kustom pakaian. Pada tahun tersebut pula, usaha distro di Kota Gudeg lagi menjamur. Sehingga saya terinspirasi membuat usaha serupa di Kudus,” ujar Vanhas kepada betanews.id, Selasa (8/9/2020).

-Advertisement-
Ruang produksi di Wizzi Clothing. Foto: Rabu Sipan

Baca juga : Berkualitas dan Harga Mede, Produk Custom Fashion Wizzi Clothing Tembus Pasar Mancanegara

Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu menuturkan, setelah dari Yogyakarta, ia juga belajar kustom kaus dan pakaian lainnya di Bandung. Sehingga pada 2009, ia mantab buka usaha kustom pakaian dengn nama Wizzi Clothing di Kudus. Menurutnya, saat itu di Kudus usaha clothing masih didominasi konveksi. Dia adalah orang pertama yang memberikan influencer.

“Wizzi Clothing adalah usaha di bidang custom fashion. Bisa dibilang kami adalah pelopornya dan yang pertama di Kudus,” ujarnya.

Pria yang sudah dikarunia dua anak itu menuturkan, Wizzi Clothing saat itu juga bisa dibilang merupakan pembeda dari usaha fashion yang sudah ada di Kudus. Sebab, usahanya tersebut yang pertama memberi fasilitas para pelanggan untuk membuat desain sesuai keinginan mereka.

“Pada tahun itu, banyak anak muda yang lebih suka memakai pakaian dengan desain mereka sendiri. Serta dengan quot – quot unik yang local pride,” ungkapnya.

Wizzi Clothing lanjutnya, menerima order custom fashion. Di antaranya, kaus yang dibanderol mulai harga Rp 60 ribu, jaket dihargai Rp 100 ribu. Ada juga jas super halus yang dibanderol Rp 950 ribu. Serta masih banyak lagi yang lainnya. Menurutnya, harga tersebut sangat terjangkau.

Sedangkan bahan, tambahnya, ada berbagai jenis pilihan. Untuk kaus saja ada bahan combat, cotton bamboo, cotton mambo, cotton galaksy dan lain sebagainya. Kalau jaket, bahannya ada parasit, jeans, fleec, diadora, dan masih banyak lagi lainnya.

“Untuk bahan, 90 persen kami datangkan dari Bandung. Sebab bahan dari sana itu halus dan adem,” bebernya.

Selain bahan, tuturnya, keunggulan lainnya yakni sablonnya yang pakai platisol. Kelebihannya yakni hasil sablon tidak mudah pecah, warna lebih solid. Serta yang tak kalah penting adalah semua pakaian di Wizzi Clothing dijahit pola rantai, jadi lebih kuat.

Baca juga : Pakai Mesin Canggih dan Harganya Murah, Sevenspeed jadi Primadona Pembuat Kaus

Menurutnya, awal mula berdiri pemasaran Wizzi Clothing hanya dari mulut ke mulut para pelanggannya. Serta dari satu event ke event lainnya. Namun, sekarang dengan perkembangan dunia digital, pemasaran Wizzi Clothing juga melalui media daring.

“Untuk pelanggan kami lebih ke anak muda. Selain itu juga ada corporate, serta komunitas. Tidak hanya dari Kudus saja, pelanggan kami itu seluruh Pulau Jawa, beberapa di luar Pulau Jawa, dan ada beberapa pelanggan di luar negeri,” ungkapnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER