BETANEWS.ID, KUDUS – Suara mesin menderu mulai terdengar di area persawahan sebelah selatan Dukuh Beru, Desa Berugenjang, Kecamatan Undaan, Kudus. Suara deru mesin tersebut keluar dari mesin combine Yanmar AW 82V yang berada di area persawahan yang terdapat tanaman kacang hijau. Tanaman kacang hijau yang batang dan daunnya sudah mengering itu dipanen menggunakan mesin modern.
Dalam waktu sekitar 45 menit, tanaman kacang hijau seluas satu bahu itu sudah selesai dipanen. Di area persawahan tersebut, tampak seorang pria mengenakan kaus biru sedang memperhatikan proses panen kacang hijau itu. Pria tersebut yakni Sarimin (48) penebas kacang hijau, sekaligus yang mendatangkan mesin modern tersebut untuk memanen tanaman kacang hijau.

Baca juga : Tengkulak Lebih Pilih Padi yang Dipanen dengan Mesin Modern
Dia menuturkan, sejak tanggal 27 Agustus 2020, Desa Berugenjang mulai panen raya kacang hijau. Dia selaku penebas yang membeli kacang hijau milik petani di sawah, memutuskan memanennya menggunakan mesin combine. Menurutnya, hal tersebut dipilihnya sebab lebih hemat serta lebih efisien waktu.
“Proses pemanenan kacang hijau itu ada tiga cara. Ada yang dipetik dan nanti kacang hijau yang masih terbungkus tersebut digebukin. Terus ada yang pakai mesin blower, serta pakai mesin combine. Dari ketiga cara itu yang paling irit biaya, dan lebih cepat itu ya menggunakan mesin combine,” jelas Sarimin kepada betanews.id, Selasa (1/9/2020).
Pria yang sudah puluhan tahun jadi penebas padi dan kacang hijau itu mengatakan, jika pemanenan kacang hijau menggunakan tenaga manusia akan memakan biaya sekitar Rp 2,5 juta perbahunya. Sedangkan menggunakan mesin combine, hanya menelan biaya Rp 1,2 juta untuk ukuran sama. Jadi lebih hemat separuh harga.
“Selain itu, proses pemanenannya juga lebih cepat. Sehari mesin combine itu bisa memanen tanaman kacang hijau seluas tiga hektare,” jelasnya.
Pria yang sudah dikaruniai dua anak itu mengungkapkan, pada musim panen kacang hijau tahun ini, ia mengerahkan empat armada untuk membabat habis tanaman kacang hijau yang sudah ditebasnya. Menurutnya, ada sekitar 50 hektare tanaman kacang hijau yang ia tebas.
Baca juga : Agar Dapur Tetap Ngebul, Agus Merantau ke Kudus Operasikan Combine
“Saya menarget 50 hektare tanaman kacang hijau itu akan habis dipanen dalam waktu sepekan, menggunakan mesin combine. ,” tandasnya.
Menurutnya, tahun ini panenan kacang hijau para petani kurang bagus. Hasil panennya itu berkurang dari tahun sebelumnya. Kalau harga bisa dibilang agak setabil. Masih berkisar di Rp 12 ribu sampai Rp 14 ribu per kilogram.
“Hari ini termasuk turun harganya. Sebab hanya dihargai Rp 12 ribu per kilogram. Kalau kemarinnya itu sempat Rp 14 ribu per kilogram,” bebernya.
Editor : Kholistiono

