31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Martabak Telur Puyuh, Si Mini yang Bikin Nagih

BETANEWS.ID, KUDUS – Di kawasan Masjid Menara Kudus tampak banyak sekali penjual makanan dan souvenir yang menarik minat peziarah. Salah satu jajanan yang tak bisa luput dari perhatian adalah martabak telur puyuh mini. Dilihat sekilas, bentuknya mirip dengan takoyaki, jajanan yang berasal dari Jepang, tapi martabak ini mempunyai keunikan yaitu menggunakan isian telur puyuh.

Adalah Anik (38), yang bersama suaminya sudah berjualan di destinasi wisata religi itu sejak 12 tahun lalu. Dia menjelaskan, awal mula berjualan martabak telur puyuh karena terinspirasi oleh tukang martabak mini yang berjualan keliling di sekitar rumahnya. Dari situ, mereka punya pikiran untuk berjualan jajanan serupa, tapi mengambil tempat di kawasan Menara Kudus yang selalu ramai oleh peziarah.

Anik sedang melayani pembeli martabak telur puyuh di Kawasan Menara Kudus, Rabu (19/08/2020). Foto: Kartika Dwi Wulandari .

“Awalnya saya berjualan martabak asin mini biasa, tapi karena terkesan biasa saja, saya kemudian berkreasi dengan menambahkan telur puyuh di martabak saya,” ujar Anik kepada Betanews.id, Rabu (19/08/2020).

-Advertisement-

Baca juga: Untung Berlipat dari Jualan Kue Gandos di Tepi Jalan, Heru Mampu Beli Mobil

Menurut Anik, martabak telur puyuh buatannya itu mempunyai rasa yang gurih, sedikit renyah di luar dan lembut di dalam, dan tentunya ada telur puyuh utuh di dalamnya.

“Harganya murah. Satu buah martabak telur puyuh mini dihargai Rp 1.250 atau dengan harga Rp 5.000 bisa mendapatkan empat buah,” beber dia.

Setiap harinya, dirinya bisa menjual sekitar 500 buah, dan melonjak sekitar 800 buah di hari libur dan setiap malam Jumat sampai Minggu. Per harinya Anik bisa mendapatkan untung bersih sekitar Rp 150.000.

“Di masa pandemi Corona ini ya, ada penurunan jumlah pembeli namun tidak terlalu drastis. Ya karena jumlah peziarah agak menurun juga, hanya dari Kudus dan sekitarnya saja,” ujar Anik.

Baca juga: Kue Terang Bulan, Jajanan Jadul Favorit Segala Usia

Anik menjual martabaknya setiap hari dari pukul 09.00 WIB sampai 21.00 WIB. Biasanya, martabak telur puyuhnya ramai pembeli setelah sore hari dari pukul 17.00 hingga malam hari. Dalam setiap buka itu, dia bisa menghabiskan sekitar 10 kilogram adonan tepung.

Penulis: Kartika Dwi Wulandari & Abdul Khalim Mahfur (Mahasiswa PPL IAIN Salatiga)

Editor: Ahmad Muhlisin

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER