BETANEWS.ID, KUDUS – Para pecinta kopi tentunya sudah fasih benar dengan sebutan ‘single origin’. Istilah ini merujuk pada biji kopi yang berasal dari satu daerah tertentu, misalkan kopi mandailing atau kopi gayo ataupun varietas dan jenis tertentu lainnya. Kini, para penikmat kopi juga sangat peduli dengan asal usul minuman yang mereka teguk.
Nah, bagi kamu para penikmat kopi, khususnya yang ada di Kudus, tak ada salahnya mencecap nikmatnya kopi ‘single origin’ di D’Kopi. Berada di Jalan Kutilang Nomor 52, Kelurahan Wergu Kulon, Kudus, D’Kopi ini memanfaatkan bagian depan dari sebuah resto untuk coffee shop.

Baca juga : Omah Londo, Kafe dan Resto Bergaya Vintage yang Ramah Kantong
Dengan tema minimalis dan menu andalan biji kopi tradisional, bisa menjadi jujugan bagi pecinta kopi untuk sejenak menikmati kopi dari berbagai daerah di Nusantara.
Sang owner, David Susanto (42) mengatakan, jika ia merupakan pecinta kopi. Melalui pengalaman dan seleranya, ia mengaplikasikan hal itu pada menu andalan coffee shopnya. Ia menjelaskan jika D’ Kopi menonjolkan kopi-kopi ‘single origin’ Indonesia seperti kopi Aceh, kopi Mandailing, kopi Papua, kopi lanang, hingga kopi Muria.
“Kenapa menu kopi andalannya adalah single origin Indonesia, pertama karena saya sendiri seleranya lebih ke sana. Lalu after taste dari pelanggan yang datang juga lebih dominan suka kopi single origin Indonesia. Akhirnya memilih menu itu,” papar David, Jumat (18/7/2020).
David menuturkan, jika D’ Kopi resmi berdiri sejak akhir 2019. Latar belakang dibukanya coffee shop itu ditambahkan David, didorong oleh faktor saran dari teman-teman komunitasnya. Ia mengatakan, jika selama ini dirinya bergabung di dalam salah satu komunitas musik. Lalu teman-temannya menyarankan untuk membuka coffee shop di depan resto sang istri.
Baca juga : Kafe Susu Moeria, Tempat Nongkrong Sehat Ala Anak Muda Kudus
“Karena saran itu, akhirnya saya buka. Sekaligus menjadi salah satu titik kumpul teman-teman komunitas. Jadi sebelum pandemi, sering pada ngejam musik di sini. Itu peralatannya di dalam semua. Ada acara musik lalu bisa sambil minum kopi,” ungkap dia.
Meskipun selama pandemi kegiatan itu vakum, D’ Kopi masih selalu buka setiap hari kecuali Selasa. Untuk jam bukanya dari pukul 07.00 sampai dengan 14.00 WIB. Sedangkan harganya sendiri, dikatakan David cukup terjangkau. Yakni rata-rata sekitar Rp 12 ribu per cangkirnya. Selanjutnya, David menginfokan jika D’ Kopi sudah bisa dinikmati pelanggan di rumah melalui aplikasi grabfood dengan nama yang sama.
Editor : Kholistiono

