Tiga Hari Jelang Idul Adha, Penjualan Hewan Kurban Lesu

BETANEWS.ID, KUDUS – Ratusan hewan ternak tampak terikat di tempat yang disediakan di Pasar Hewan Kudus. Di antara hewan tersebut, para bakul terlihat sibuk menawarkan ternak dagangannya. Ada pula yang duduk ngobrol sesama bakul sembari menunggu calon pembeli datang. Satu di antara penjual tersebut adalah Kasiban (50).

Sembari menunggu pembeli, Kasiban mengaku penjualan ternak tahun ini mengalami penurunan. Padahal, sejak berejualan kerbau 15 tahun lalu, saat jelang Hari Raya Idul Adha merupakan masa panen bagi bakul ternak.

Hewan kambing yang dijual di pasar hewan Kudus, Selasa (28/7/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Namun sayang, tahun ini penjualan kerbau saya di Pasar Hewan Kudus turun drastis dari tahun sebelumnya. Ini saya bawa 25 ekor kerbau baru laku satu,” ujarnya kepada Betanews.id, Selasa (28/7/2020).

-Advertisement-

Warga Desa Gamong Lor, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus itu mengaku tidak tahu pasti penyebab menurunnya penjualan ternak di Pasar Hewan Kudus. Namun, dia beranggapan bahwa Virus Corona lah  yang jadi biang keladi sepinya pembeli.

Baca juga: Bisa Titip dan Siap Antar, Masri Punya Pelanggan Hewan Kurban dari Berbagai Daerah

Hal senada juga dikatakan Harno. Menurutnya, penjualan hewan kurban khususnya sapi tahun ini menurun. Menurutnya, hal itu disebabkan adanya pandemi Corona.

“Saya bawa sapi 10 ekor dengan kisaran harga Rp 24 juta sampai Rp 28 juta. Dari pagi hingga siang ini baru laku dua saja. Padahal di tahun sebelumnya, beberapa hari jelang Hari Raya Kurban pembeli yang datang itu banyak. Sehingga sapi saya juga lebih banyak terjual. Tahun ini sepi,” ungkapnya.

Sedangkan pedagang kambing Ahmad Ulil Rosyad mengatakan, semua penjualan hewan ternak tahun ini hampir semua mengalami penurunan. Hal tersebut juga berlaku untuk penjualan kambingnya, yang turun hingga 20 persen.

Penurunan penjualan hewan ternak memang tidak bisa terlepas dari adanya pandemi corona. Sebab dengan adanya pandemi tersebut banyak sekolahan yang libur. Sehingga banyak juga yang meniadakan kegiatan kurban. Padahal biasanya satu sekolah itu bisa membeli hewan kurban dalam jumlah banyak.

Baca juga: Jangan Sampai Salah, Ini Tips Memilih Hewan Kurban yang Sehat

“Permintaan kambing untuk korban di Sekolah atau instasi memang turun. Namun untuk lembaga kurban, semisal Dompet Duafa, dan Da’arut Tauhid tahun ini justru meningkat,” beber Warga Demak itu.

Pria yang akrab disapa Ucok itu menambahkan, setiap berjualan di Pasar Hewan Kudus, dirinya membawa 20 ekor kambing dengan kisaran harga Rp 2 juta hingga Rp 4 juta per ekor. Kalau stok kambing di kandang masih ada 200 ekor. Kemarin baru kirim kambing ke Jakarta 120 ekor.

“Semoga saja pandemi cepat hilang. Penjualan stabil lagi, agar bisa jual seribu ekor kambing. Saat ini baru bisa jual 400 ekor saja jelang Idul Adha tahun ini, masih kurang banyak,” ungkap Ucok yang jadi bakul kambing sejak 2012 silam.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER