BNK Kenalkan Board Game Seru untuk Dimainkan Beramai-Ramai

BETANEWS.ID, KUDUS – Beberapa pemuda terlihat sedang duduk melingkar di ruang tamu sebuah rumah bercat hijau yang terletak di Dukuh Plereng, Desa Prambatan Lor RT 07/ RW 03, Kecamatan Kaliwungu, Kudus. Sebagian dinding rumah, juga tampak terpajang kostum superhero tokoh anime dan koleksi lainnya.

Nuansa Negeri Tirai Bambu itu makin kental terasa di ruangan salah satu kamar yang dialihfungsikan sebagai tempat peletakan barang-barang. Terlihat puluhan komik Jepang di rak kayu dan beberapa action figure di dalam etalase kaca ditata rapi. Rumah itu adalah milik Zuhdan Khawarismi (30), yang sejak 23 Juli 2019 menjadi basecamp Komunitas Board Game Ning Kudus (BNK).

“Kalau ini memang sebenarnya rumah, tapi sudah lama menjadi basecamp. Sebenarnya 2011 sudah di sini, tapi dulu itu kami masih konsen pada cosplay. Lalu, sekian lama mulai bosan, akhirnya sejak 2019 beralih ke board game ini,” papar Muhammad Ikhsan Ari Wibowo (24), Ketua Komunitas BNK, Minggu (21/6/2020).

-Advertisement-

Baca juga : Komunitas Toyota Land Cruiser Kudus Sumbang APD dan Sembako

Pemuda yang saat ini sibuk berwirausaha itu mengatakan, jika hobi baru mereka ini dikenalkan oleh Zuhdan. Ia yang pertama kali membawa game analog yang merupakan salah satu jenis board game. Nama permainannya adalah Risk Board Game. Permainan strategi itu selanjutnya membuat kawan-kawan lain menjadi tertarik dan hingga saat ini mengoleksi sekitar 20 box tipe board game buatan luar negeri.

“Jadi memang awalnya cuma 1 yang dibawa Zuhdan. Dia tertarik sama bentuk action figurenya. Sampai akhirnya kami menikmati dan tertarik dengan board game ini. Sekarang kami sudah punya sekitar 20an box berbeda tipe untuk board game ini sendiri,” kata dia.

Anggota dari Komunitas BNK sendiri, saat ini baru sekitar 10 orang. Mereka biasanya kumpul dan memainkan board game saat Hari Minggu. Hal ini dikatakan oleh Ikhsan, karena masing-masing anggota memiliki kesibukan yang berbeda. Sehingga Minggu adalah hari paling memungkinkan para anggota melakukan hobi yang sama. Untuk keasyikannya, diakui Ikhsan lebih mengasyikkan daripada game online.

“Mungkin karena kita berawal dari basic yang sama, selain wibu dan cosplay, akhirnya juga menyukai game ini. Selain bentuknya unik ya, juga bentuk game yang buku petunjuknya semua berbahasa Inggris. Jadi kami saat bermain sekaligus mempelajari bentuk strategi dari gamenya. Selain itu, board game ini lebih seru daripada game online. Ya karena kita bisa melingkar dan ketemu langsung dengan teman-teman. Bermain bersama, bukan fokus sama layar HP,” papar dia.

Untuk saat ini, dikatakan Ikhsan, bahwa komunitas board game di Indonesia masih sangat jarang. Kalaupun ada perlombaannya, biasanya di kota-kota besar, karena di sana board game sudah cukup populer. Hal itu pula yang menjadikan board game belum ada yang berbahasa Indonesia. Semua papan permainan untuk board game dibeli mereka secara impor.

Baca juga : Komunitas Bus Mania: ‘Bus Sekarang Bagus-Bagus, Tapi Toiletnya Masih Ada yang Kotor’

“Kalau board game, sebenernya kan permainan tradisional ya. Jauh sebelum dulu ada game online dan gawai, board game itu sudah ada. Seperti catur, monopoli, ular tangga. Itu kan board game juga. Tapi memang akhirnya berkembang. Jenisnya jadi beraneka ragam,” imbuhnya.

Kemudian, model tersebut terus berkembang dengan tipe permainan strategi dan ada ceritanya. Cuma, katanya, saat ini di Indonesia sendiri masih jarang, kalah sama game online. Kalau di luar negeri, justru masih populer, utamanya dilakukan di dalam keluarga. Karena, melalui permainan tersebut, anggota keluarga bisa bertatap muka.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER