BETANEWS.ID, KUDUS – Di ruang tengah rumahnya, Umi Maghfiroh (35) sedang berkumpul dengan dua anaknya yang masih kecil. Siang itu, mereka habis menerima telepon dari suaminya yang belum bisa pulang ke kediamannya. Mereka tak lain adalah keluarga Kristanto Eko Wibowo (39), relawan yang sedang mengisolasi diri dalam tandon air di kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus.
Sambil memangku putrinya, warga Desa Peganjaran, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus itu mengatakan, selama sang suami jadi relawan pemulasaran jenazah Covid-19 mengisolasi diri, dia baru sekali menjenguk. Setiap harinya, mereka memilih berhubungan via panggilan video untuk menuntaskan rindu.

“Kalau jenguk baru sekali pas awal-awal dulu. Saya kirim nasi. Karena suami saya juga khawatir dengan saya dan anak-anak jadi dilarang ke sana. Paling komunikasi lewat ponsel, vide call kalau anak-anak kangen,” ungkapnya saat ditemui, Jumat (27/6/2020).
Umi sapaan akrabnya, mengaku selalu mendukung suaminya, asalkan dalam hal yang positif. Dirinya tidak merasa keberatan Kristanto menjadi relawan. Bahkan, dia merasa bangga, meski ada rasa khawatir dan rindu jika tidak pulang.
“Saya selalu mendukung suami, asalkan dalam hal yang positif,” kata Umi.
Baca juga: Kisah Relawan Pemulasaran Jenazah Covid-19, Isolasi di Tandon Air Demi Keluarga
Di sisi lain, Kepala BPBD Kabupaten Kudus Bergas C Penanggungan (45) menambahkan, selama menjadi relawan Covid-19, keluarga mereka memang mulai merasa khawatir. Terlebih penyebarannya terus bertambah, sehingga relawan memilih untuk mengisolasi diri di sana.
Meski begitu, pihaknya tetap mengizinkan keluarga untuk menjenguk asalkan mengikuti protokol kesehatan yang dianjurkan.
“Istrinya (ada yang) takut, apa lagi yang punya anak kecil. Keluarga yang ingin menjenguk tetap diizinkan, dengan menjalankan protokol kesehatan,” kata Bergas.
Menurutnya, saat ini ada 13 orang relawan yang tinggal di sana. Mereka mengisolasi diri karena ikut menjadi relawan pemakaman Covid-19. Aktivitas pemakaman ini sudah dimulai sejak 17 April 2020 lalu.
Baca juga: Didukung Penuh Orang Tua, Indah Mantap Jadi Relawan Medis Covid-19
Untuk konsumsi dan logistik, hingga saat ini juga masih tersedia. Namun, jika ada keluarga yang ingin menjenguk untuk mengantarkan makanan, itu diperbolehkan.
“Biasanya ada yang datang membawa makanan, karena di sini hanya disediakan makan malam saja. Selain itu ya kiriman dari orang-orang dan ada persediaan sembako,” tukas Bergas.
Editor: Ahmad Muhlisin

