31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Hindari PHK saat Tutup 3 Bulan, Pemilik Taman Sardi Kuras Tabungan

BETANEWS.ID, KUDUS –  Sejumlah orang yang hendak masuk Taman Sardi terlihat dihentikan oleh petugas yang berada di pintu gerbang. Mereka kemudian dites suhu badan satu persatu sebelum menuju area parkir. Di tempat parkir, seorang pria paruh baya tampak mengarahkan untuk cuci tangan terlebih dahulu.

Tak lama kemudian, datanglah seorang pria mengenakan sarung dan kaus hitam bergambar tugu pisang di dadanya. Dia adalah Arief Hartawan (48), Pemilik tempat wisata Taman Sardi yang tutup kurang lebih sekitar tiga bulan.

Taman Sardi tampak lengang ketika dibuka untuk simulasi, Sabtu (13/6/2020). Foto: Ahmad Rosyidi.

Dia mengatakan, destinasi wisata yang berada di Desa Kajar, Kecamatan Dawe, Kabupeten Kudus itu tetap mempekerjakan 35 karyawannya, selama tutup karena pandemi Covid-19.

-Advertisement-

“Di sini ada 35 orang karyawan, dan semuanya tetap aktif bekerja meski kami tutup. Saya yakin semua terkena imbas dari virus ini, jadi kami berusaha untuk tetap bisa bertahan di masa pandemi. Tabungan semua keluar, entah sampai kapan kami bisa bertahan juga belum tahu,” terangnya kepada betanews.id, Sabtu (13/6/2020).

Baca juga: Tugu Pete, Ikon Baru Penambah Keelokan Taman Sardi

Pria yang akrab disapa Arief itu juga menjelaskan, meski ditutup, Taman Sardi masih butuh perawatan. Agar kapan pun tempat wisata mendapat izin buka, pihaknya sudah siap. Termasuk dalam simulasi pembukaan menggunakan protokol kesehatan.

“Tempat ini kan harus tetap dirawat, dan kami sudah siap buka setiap saat. Seperti saat simulasi seperti ini kami juga sudah menyiapkan semua. Mulai cek suhu badan, tempat cuci tangan dan menyediakan masker jika ada yang mau beli. Karena saat ini wajib memakai masker,” ujarnya.

Menurutnya, selama enam hari simulasi pembukaan tempat wisata di Taman Sardi masih sepi pengunjung. Hal itu dikarenakan Taman Sardi memang lebih fokus pada kegiatan outbound, hiking, camping, dan seminar, bukan pada wisatawan perorangan.

“Fokus kami memang kegiatan, pelanggan tetap, ya seperti sekolah, instansi, atau perusahaan yang membuat kegiatan di sini. Tetapi kami juga menerima dengan senang hati jika ada pengunjung perorangan yang hendak kemari,” jelasnya.

Baca juga: Embung Panguripan Desa Ngemplak Disiapkan Jadi Destinasi Wisata Air, Ada Area Outbond

Salah seorang karyawan, Luvita Fitriani (21) menambahkan, saat melakukan simulasi, rata-rata pengunjung yang datang sekitar 20 orang. Protokol kesehatan yang diterapkan juga berjalan dengan baik. Semua pengunjung wajib menggunakan masker, cek suhu badan, dan cuci tangan.

“Selain itu jika ada kerumunan juga akan diingatkan. Jadi selama simulasi protokol kesehatan sudah berjalan, dan tiket masuk tidak ada kenaikan. Masih tetap Rp 10 ribu per orang,” tambahnya yang sudah bekerja selama tiga tahun di Taman Sardi itu.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER