Penjualan Janur dan Selongsong Ketupat Naik Dua Kali Lipat dari Tahun Lalu

BETANEWS.ID, KUDUS – Siang itu, lalu lintas di jalan sebelah utara Pasar Bitingan Kudus tampak tersendat. Di atas trotoar bagian utara jalan tersebut terlihat belasan orang menjual janur. Satu di antara penjual tersebut yakni Sumardi (62) yang begitu sibuk melayani para pembeli. Ia mengaku penjualan janurnya meningkat drastis dibanding tahun sebelumnya.

Di sela melayani pembeli, Sumardi sudi berbagi penjelasan tentang jualannya tersebut. Dia mengatakan, beberapa hari sesudah Hari Raya Idul Fitri selalu berjualan janur dan selongsong ketupat. Menurutnya, penjualan tahun ini meningkat tajam meski ada pandemi Corona.

Penjual janur di sekitar Pasar Bitingan tampak ramai pembeli, Kamis (28/5/2020). Foto: Rabu Sipan.

“Setiap menjelang lebaran ketupat, saya pasti jualan janur dan selongsong ketupat. Alhamdulillah penjualan tetap laris dan mengalami peningkatan,” ujar Sumardi, Kamis (28/5/2020).

-Advertisement-

Pria yang berasal dari Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara itu menuturkan, bila di tahun sebelumnya ia hanya mampu menjual 3.000 janur dan 200 selongsong ketupat dalam sehari, tahun ini dia mengaku bisa menghabiskan 6.000 janur dan 400 selongsong ketupat di waktu yang sama.

Baca juga: Awalnya Iseng, Gethuk Tengu Buatan Nia Kini Jadi Bisnis Menjanjikan

Sumardi menjual janur dengan harga Rp 7 ribu setiap sepuluh tangkai. Sedangkan selongsong ketupat dihargainya Rp 10 ribu per 10 buah. Selain itu, di lapaknya juga menyediakan selongsong lepet dan talinya yang terbuat dari bambu.

“Padahal harga tersebut naik dua kali lipat dari harga tahun kemarin. Tapi kami bersyukur dagangan kami tetap laris. Bahkan penjualannya meningkat dua kali lipat dari tahun sebelumnya,” beber Sumardi yang mengaku sudah berjualan janur musiman selama 25 tahun tersebut.

Hal tak jauh berbeda juga dikatakan Muslikin. Pria yang sudah berjualan janur dan selongsong ketupat selama 15 tahun itu mengatakan, pandemi Corona memang berimbas pada pembeli yang datang. Namun, penjualan janur dan selongsong ketupatnya justru mengalami kenaikan dibanding tahun sebelumnya.

“Pembeli memang berkurang. Tapi mereka belinya itu lebih banyak. Jadi kalau dikalkulasi dari tahun sebelumnya, penjualan kami mengalami peningkatan, meski tidak banyak,” ungkapnya.

Baca juga: Setelah Lebaran, BLK Siapkan Tiga Pelatihan Penanganan Corona

Menurutnya, peningkatan penjualan ini lantaran jumlah pedagang janur dan selongsong ketupat di Pasar Bitingan Kudus berkurang dengan adanya pandemi Corona. Sehingga, dia menduga, para pedagang musiman sudah pesimis dulu dengan adanya virus tersebut yang akan membuat jualan janur akan sepi pembeli.

“Banyak pedagang janur yang tidak berjualan tahun ini. Jadi persaingan berkurang. Semoga saja Corona cepat hilang dan keadaan normal kembali,” tutup Muslikin.

Editor: Ahmad Muhlisin

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER