BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 92 sekolah tingkat SMA/sederajat di Kabupaten Kudus mengikuti program pemilihan ketua OSIS (Pilketos) secara serentak yang diinisiasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kudus bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus.
Kegiatan tersebut melibatkan SMA, MA, SMK, hingga satuan pendidikan luar biasa (SLB) tingkat SMA. Dari total 92 sekolah, sebanyak 70 sekolah melaksanakan pemilihan secara bersamaan, sementara sekolah lainnya dijadwalkan mengikuti kegiatan serupa sepanjang bulan ini.
Ketua KPU Kabupaten Kudus Ahmad Amir Faisol mengatakan, program tersebut menjadi kali pertama pemilihan ketua OSIS dilaksanakan secara serentak di tingkat kabupaten.
“Ini kali pertama yang dilaksanakan secara serentak, diinisiasi oleh KPU Kudus bekerja sama dengan pemerintah kabupaten,” kata Ahmad Amir Faisol.
Menurutnya, pemilihan ketua OSIS tersebut bukan sekadar memilih pengurus organisasi siswa. KPU juga menjadikannya sebagai sarana memperkenalkan proses demokrasi kepada para pelajar, terutama mereka yang akan menjadi pemilih pemula.
“Untuk daftar pemilih di tingkat sekolah, itu seluruh siswa di sekolah tersebut,” jelasnya.
KPU, lanjut Faisol, ingin para pelajar memahami proses pemilihan sejak tahapan teknis. Mulai dari mengenal mekanisme di tempat pemungutan suara (TPS), tata cara memberikan suara, hingga memahami pentingnya menggunakan hak pilih.
Baca juga : Lewat Paskibraka, Airin Ingin Membalas Cinta Orang Tuanya
“Sasaran kami adalah pemilih pemula. Yang umurnya 16 tahun atau 17 tahun, di mana pada 2029 sudah bisa memilih pada pemilu mendatang. Harapannya mereka mengenal proses teknis bagaimana di TPS, bagaimana mencoblos dan lain-lain,” ujarnya.
Pemantauan kegiatan juga dilakukan KPU dengan membentuk enam tim yang disebar ke sembilan kecamatan di Kabupaten Kudus. Setiap tim memantau sejumlah sekolah dengan komposisi yang diupayakan mencakup SMA, MA, dan SMK.
Meski 70 sekolah melaksanakan pemilihan pada waktu yang sama, Faisol menegaskan target pelaksanaan tetap mencakup seluruh 92 sekolah.
“Yang serentak hari ini itu 70 sekolah dari 92. Karena anak-anak SMK sudah ada yang magang. Ada juga sekolah yang sudah mulai mid semester sehingga tidak bisa melaksanakan serentak,” terangnya.
Pelaksanaan di sekolah-sekolah lainnya tetap dimaksimalkan hingga akhir bulan. KPU juga berencana menggelar pengukuhan secara serentak di Pendopo Kabupaten Kudus pada 30 September.
“Yang melantik tetap kepala sekolah. Tetapi untuk pengukuhannya nanti ada seremoni di Pendopo tanggal 30,” katanya.
Faisol berharap kegiatan serupa dapat kembali digelar tahun depan. Namun, pelaksanaannya akan menyesuaikan dengan agenda KPU karena tahapan Pemilu 2029 mulai berjalan.
Sementara itu, Bupati Kudus Sam’ani Intakoris turut memantau pelaksanaan pemilihan ketua OSIS di sejumlah sekolah, di antaranya SLB Purwosari, SMK Negeri 1 Kudus, dan MA Muslimat NU Kudus.
Menurut Sam’ani, kegiatan tersebut memberikan pengalaman langsung kepada siswa untuk memahami proses demokrasi sekaligus menggunakan hak mereka dalam menentukan pemimpin organisasi.
“Alhamdulillah ini berjalan dengan lancar semuanya berkat bimbingan dari Ketua KPU Kabupaten Kudus dan kepala sekolah di sejumlah sekolah Kabupaten Kudus,” ujar Sam’ani.
Ia menilai kegiatan tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bagi siswa, termasuk memberikan kesempatan kepada anak-anak berkebutuhan khusus.
“Ini sebagai pembelajaran untuk anak-anak kita, termasuk memberikan ruang dan kesempatan utamanya kepada anak-anak kita yang berkebutuhan khusus. Sehingga mereka punya semangat, punya hak pilih, punya hak suara, dan punya hak kesempatan untuk memilih dan dipilih,” katanya.
Sam’ani juga berpesan agar para siswa menerima hasil pemilihan dengan lapang. Menurutnya, menang dan kalah merupakan bagian dari proses demokrasi.
“Yang menang, yang kalah itu hal biasa. Saling berangkulan dan ini demokrasi. Siapa pun yang terpilih kita hormati dan kita dukung,” ujarnya.
Ia berharap proses pemilihan ketua OSIS di sekolah dapat berlangsung secara terbuka, transparan, jujur, dan adil, sekaligus menjadi pengalaman awal bagi pelajar untuk memahami praktik demokrasi dalam kehidupan sehari-hari.
Editor: Kholistiono

