Kurangi Genangan di Perkotaan Saat Hujan, Pemkab Kudus Gelontorkan Rp7 Miliar untuk Drainase

BETANEWS.ID, KUDUS – Pembangunan drainase di sejumlah ruas jalan perkotaan Kabupaten Kudus terus dikebut untuk mengurangi potensi genangan saat hujan deras. Salah satu proyek yang kini hampir rampung berada di Jalan KH Wahid Hasyim dan Jalan Dr. Wahidin, dengan progres pekerjaan mencapai sekitar 96 persen.

Kepala Bidang Tata Bangunan dan Drainase Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kudus, Hammad Riza, menuturkan pembangunan di dua ruas tersebut memiliki spesifikasi berbeda sesuai kebutuhan saluran. Di Jalan Dr. Wahidin digunakan U-ditch berukuran 1 x 1 meter, sedangkan di Jalan KH Wahid Hasyim menggunakan U-ditch berukuran 60 x 60 sentimeter.

“Ini total panjang keseluruhan 465 meter. Alhamdulillah progresnya tinggal pemasangan grill inlet, kemudian perapian dan pembersihan,” ujar Hammad Riza saat ditemui di lokasi, Jumat (11/9/2026).

-Advertisement-

Menurutnya, saluran di Jalan Dr. Wahidin nantinya memiliki fungsi penting dalam menghubungkan sejumlah saluran di kawasan perkotaan. Sistem tersebut diproyeksikan dapat mendukung aliran dari Jalan Mangga, Lukmono Hadi, Ramelan, hingga Ahmad Yani sebelum akhirnya dibuang menuju Sungai Gelis.

“Insya Allah di bulan ini kita bisa selesai 100 persen pekerjaan drainase ini,” katanya.

Secara keseluruhan, pembangunan drainase yang tengah ditangani Dinas PUPR Kudus mencakup sekitar 30 titik dengan progres rata-rata telah berada di atas 50 persen. Total anggaran yang disiapkan mencapai sekitar Rp7 miliar yang bersumber dari dana cukai dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Ia mengatakan pembangunan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mengurangi genangan di kawasan perkotaan, meski belum seluruh titik dapat langsung terhubung dengan sungai. Salah satu persoalan masih ditemukan di Jalan Dr. Wahidin sisi barat, mulai dari sekitar Perempatan Jalan KH Noor Hadi yang belum memiliki saluran terhubung langsung menuju sungai.

“Kita memang tidak bisa langsung 100 persen karena keterbatasan anggaran. Jadi kami mencoba memulainya dari hilir dulu, kemudian naik ke atas,” jelasnya.

Ia menyebut Pemkab Kudus juga telah mengusulkan anggaran melalui APBD maupun APBD Provinsi untuk menangani sejumlah titik genangan yang belum tertangani secara optimal. Penanganan tersebut diharapkan dilakukan secara bertahap dengan memprioritaskan kawasan yang membutuhkan perbaikan sistem pembuangan air.

“Jadi memang sudah tertata di saluran pembuangannya. Kami berupaya untuk ada penanganan,” ujarnya.

Dia menambahkan, keberadaan saluran drainase yang baik juga harus diimbangi dengan kondisi inlet yang bersih agar air hujan dapat masuk dan mengalir dengan lancar. Menurutnya, sampah yang menutup inlet masih menjadi salah satu kendala sehingga peran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan juga sangat diperlukan.

“Ini jangan sampai masuk ke drainase agar nanti pada saat dibutuhkan, pada saat musim hujan semuanya bisa lancar. Sebetulnya kalau untuk drainasenya sudah mumpuni, tapi kadang inlet-nya tertutup sampah,” katanya.

Untuk kawasan sekitar Alun-Alun Kudus dan sejumlah ruas lainnya, Dinas PUPR berupaya membangun sistem yang membuat aliran air lebih cepat diarahkan menuju sungai. Pola tersebut sebelumnya telah diterapkan di sejumlah lokasi, termasuk kawasan Jalan Mayor Basuno dan Tugu Identitas yang kini disebut tidak lagi mengalami persoalan banjir seperti sebelumnya.

“Nah, ini kita mencoba seperti itu semua. Jadi semua arah alirannya ini semoga saja bisa langsung terhubung dengan saluran pembuang,” ungkapnya.

Meski pembangunan terus dilakukan, Hammad Riza menyebut jaringan drainase yang layak di Kabupaten Kudus saat ini baru mencakup sekitar 60 persen. Pemerintah akan memprioritaskan kawasan perkotaan terlebih dahulu sebelum secara bertahap memperluas penanganan ke wilayah lainnya, dengan target utama mengurangi genangan yang terjadi saat musim hujan.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER