BETANEWS.ID, JEPARA – Sejumlah wilayah di Kabupaten Jepara, khususnya kawasan selatan, mulai memasuki masa panen padi pada masa tanam (MT) II.
Harga gabah basah di tingkat petani saat ini menembus kisaran Rp8.000 hingga Rp8.100 per kilogram. Petani berharap harga tersebut tetap stabil hingga memasuki masa panen raya.
Syahri (57), petani asal Desa Kaliombo, Kecamatan Pecangaan, mengatakan gabah hasil panennya dibeli tengkulak dengan harga Rp8.000 per kilogram atau Rp800 ribu per kuintal. Saat ini, tanaman padinya telah berusia sekitar 2,5 bulan.
Padi tersebut ditanam di lahan sewa seluas sekitar satu bahu atau tiga perempat hektare dengan hasil panen gabah basah sekitar 3,5 ton. Menurut Syahri, harga gabah pada MT II tahun ini mengalami kenaikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Hari-hari ini, sudah seminggu harganya memang lagi naik. Ini tadi laku Rp8 ribu per kilo, dibanding tahun lalu lakunya di kisaran Rp6.900-Rp7 ribu per kilo,” kata Syahri saat ditemui di lahan sawah garapannya di Desa Karangrandu, Kecamatan Pecangaan, Rabu (8/7/2026).
Meski harga gabah mengalami kenaikan, Syahri mengaku belum sepenuhnya menikmati keuntungan. Pasalnya, pada MT I lalu, lahan sawah garapannya seluas 1,5 hektare mengalami gagal panen akibat banjir.
Baca juga : Agar Tak Rusak Jalan, Pemkab Bakal Sediakan Jalur Khusus Truk Tambang di Mayong Jepara
Saat tanaman padi baru berusia tiga pekan, lahan sawah terendam banjir sehingga tanaman tidak dapat diselamatkan.
“Tahun ini harganya memang tinggi, sebagai petani memang senang. Cuma di MT satu kemarin gagal semua, kena banjir, yang seharusnya panen ini buat nutup (biaya produksi dan sewa lahan) ya belum bisa nutup,” ungkap Syahri.
Karena itu, ia berharap harga gabah tetap stabil hingga seluruh lahannya selesai dipanen. Pada MT II ini, Syahri menggarap sekitar tiga hektare sawah yang tersebar di tujuh lokasi berbeda dan belum seluruhnya memasuki masa panen.
“Harapannya harga gabah ini bisa stabil terus. Ini baru lahan pertama yang panen, masih ada di beberapa titik yang lain,” ujarnya.
Sementara itu, Sarmani (57), petani asal Desa Batukali, Kecamatan Kalinyamatan, mengatakan lahan sawah seluas dua hektare miliknya telah dipanen sekitar dua pekan lalu.
Gabah basah hasil panennya terjual seharga Rp8.100 per kilogram. Menurutnya, harga tersebut lebih tinggi dibandingkan musim panen sebelumnya.
“Sudah panen, kemarin harganya Rp8.100 per kilogram, itu yang kualitas super. Kalau yang standar di kisaran Rp7.300 sampai Rp7.500 per kilogram,” sebutnya.
Terpisah, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mudhofir, mengatakan Jepara saat ini belum memasuki masa panen raya.
Menurutnya, meskipun sebagian wilayah, khususnya Jepara bagian selatan, sudah mulai panen, perbedaan waktu panen dipengaruhi oleh ketersediaan air.
“Kalau ini belum panen raya, perkiraan Jepara baru panen raya nanti sekitar bulan Agustus,” kata Mudhofir.
Terkait tingginya harga gabah saat ini, Mudhofir mengaku belum dapat memprediksi apakah harga tersebut akan tetap bertahan saat panen raya berlangsung.
Editor: Kholistiono

