BETANEWS.ID, JEPARA – Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) yang dibangun pemerintah pusat di Bumi Perkemahan (Buper) Pakis Adhi, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, rencananya mulai beroperasi pada 12 Juli mendatang.
Bupati Jepara, Witiarso Utomo, mengatakan SRT tersebut nantinya akan menampung siswa mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), dengan jumlah masing-masing 90 siswa di setiap jenjang.
Para siswa akan dibagi ke dalam tiga rombongan belajar (rombel). Masing-masing rombel di semua jenjang akan dimulai dari kelas 1. Namun, hingga saat ini jumlah siswa jenjang SD masih belum memenuhi kuota.
“Yang SD ini, per seminggu yang lalu baru terdaftar 66 siswa, sehingga masih ada kuota 24 siswa lagi untuk jenjang SD,” kata Wiwit usai meninjau pembangunan jalan di Kecamatan Mayong, Senin (6/7/2026).
Untuk itu, ia mengimbau masyarakat Jepara yang memenuhi syarat, yakni masuk dalam golongan desil 1 atau 2 dan bersedia menyekolahkan anaknya di SRT, agar segera mendaftarkan.
“Bagi masyarakat Jepara yang memang memenuhi syarat, bisa mendaftarkan anaknya. Dan ini nanti berlanjut, SMP-nya gratis, SMA-nya juga gratis,” ujar Wiwit.
Baca juga : Saingan dengan Swasta, Pendaftaran Siswa Baru Lima SMP Negeri di Jepara Tak Penuhi Kuota
Menurut Wiwit, keberadaan SRT di Jepara juga membantu mengurangi jumlah anak yang tidak bisa bersekolah karena keterbatasan biaya.
Selain SRT, Wiwit mengatakan pihaknya juga akan mencarikan beasiswa dari sumber lain apabila terdapat anak-anak yang pada pelaksanaan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) kemarin tidak lolos ke sekolah negeri, tetapi terkendala biaya untuk bersekolah di sekolah swasta.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, lanjut Wiwit, akan membantu mencarikan beasiswa bagi mereka.
“Jangan sampai ada anak-anak kita putus sekolah, baik SMP maupun SMA, gara-gara biaya sekolah yang tidak mampu. Kita akan kasih beasiswa, kita akan bantu lewat CSR, lewat Baznas. Kalau memang ada anak yang putus sekolah karena biaya, ke depannya kita akan anggarkan bantuan untuk anak-anak yang memang tidak mampu,” katanya.
Editor: Kholistiono

