Sebelum Berbuka, Warga yang Dikarantina Dapat Siraman Rohani

BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan orang duduk di halaman Balai Diklat Sonyawarih, Desa Menawan, Kecamatan Gebog, Kudus. Mereka tak lain adalah warga yang sedang dikarantina setelah pulang dari perantauan. Di depan mereka, terlihat seorang pria mengenakan kaca mata dengan peci hitam di kepalanya.

Dia tak lain adalah Muhammad Ali Mujandi (45), satu di antara dua ustadz yang memberikan siraman rohani bagi warga yang dikarantina. Usai memberi siraman rohani, dia berbagi penjelasan kepada betanews.id tentang kegiatan setiap sore di sana. Selama Ramadan, warga mendapat siraman rohani sebelum berbuka puasa.

“Hal ini dilakukan agar warga yang dikarantina tetap sabar dan menjalani dengan iklas. Karena hal ini harus dilakukan demi kebaikan bersama,” ungkap Ketua Nahdlatul Ulama (NU) Ranting Menawan itu.

-Advertisement-

Baca juga : Desa Menawan Kudus Terapkan Program Jogo Tonggo

Selain dirinya, masih ada Ustad Nurhadi, salah satu Pengasuh di Pondok Tahfidz Yanbu’ul Qur’an Menawan. Mereka bergantian memberi siraman rohani setiap sore. Sedangkan di pagi hari, semua warga yang dikarantina diajak senam bersama.

“Selain tabah menjalani karantina ini, kami juga ingin warga tetap menjaga kesehatan. Jadi kami ajak senam bersama di pagi hari. Menu makanan juga kami jaga agar tetap sehat dan memiliki selera makan,” terang warga RT 04 RW 03 itu, belum lama ini.

Kepala Desa Menawan Tri Lestari juga menambahkan, sebagian Pos Jogo Tonggo di desanya juga menyediakan tempat untuk karantina. Meski hingga saat ini belum digunakan, tetapi sudah disiapkan.

Baca juga : Lumbung Pangan jadi Prioritas Program Jogo Tonggo di Desa Menawan

Katanya ia juga sudah berkoordinasi dengan Ketua RW dan RT, agar semua pro aktif gotong royong dalam upaya pencegahan Covid-19. Menurutnya, peran RT dan RW sangat penting dalam mengawasi dan mengingatkan seluruh warga Desa Menawan.

“Mengingat banyaknya warga menawan yang merantau, tentu kami harus melakukan antisipasi jika kapasitas di Balai Diklat tidak mampu menampung. Dan saat ini masih banyak warga yang belum mudik,” tambahnya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER