Festival Tari Caping Kalo di Kudus Siap Pecahkan Rekor MURI

BETANEWS.ID, KUDUS – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bakal menggelar Festival Tari Lajur Caping Kalo pada 24 Mei 2026 di Alun-alun Simpang Tujuh Kudus. Kegiatan tersebut digelar sebagai persiapan menuju pemecahan rekor MURI yang akan berlangsung pada Hari Jadi Kudus ke-477 pada September mendatang.

Festival tersebut juga menjadi ruang inklusi dan kolaborasi para penari, terutama generasi muda Kudus, untuk menampilkan kreativitas mereka.

Festival Tari Lajur Caping Kalo diikuti sebanyak 92 tim dalam tiga kategori, yakni SMP/sederajat, SMA/sederajat, dan masyarakat umum. Saat ini telah terpilih 12 finalis atau masing-masing empat tim per kategori yang akan tampil dalam rangka membangkitkan pariwisata di Kudus.

-Advertisement-

Pada kategori SMP/sederajat, empat finalis yang lolos yakni SMPN 1 Jati, SMPN 2 Kaliwungu, SMPN 2 Gebog, dan SMPN 2 Kudus. Sementara pada kategori SMA/sederajat, finalis yang berhasil melaju adalah SMAN 1 Kudus, SMAN 2 Bae, SMAN 1 Mejobo, dan SMKN 1 Kudus.

Sedangkan dari kategori umum, empat tim yang berhasil masuk babak final yakni Dinas PKPLH, PKK Kecamatan Kota, ITEKES Cendekia Utama, dan UKM Sekam-2 Universitas Muria Kudus (UMK).

Baca juga: Tari Lajur Caping Kalo Siap Pecahkan Rekor MURI di Hari Jadi Kudus ke-477

Pelaksana Harian (Plh) Kepala Disbudpar Kabupaten Kudus, Teguh Riyanto, menyampaikan bahwa event tersebut digelar sebagai bagian dari persiapan menuju rekor MURI yang direncanakan berlangsung pada Hari Jadi Kudus ke-477.

“Jadi, dari 92 regu ini telah melalui proses penjurian pada 11 Mei 2026 kemarin dan saat ini sudah terpilih 12 tim yang akan tampil di Festival Tari Lajur Caping Kalo,” bebernya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (15/5/2026).

Tak hanya lomba tari, kata dia, event tersebut juga akan diselingi peluncuran logo Hari Jadi Kudus ke-477 oleh Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris. Selain itu, kegiatan juga akan dimeriahkan tari caping kalo dari YKB Nojorono bersama Ketua TP PKK Kudus, Endhah Endhayani.

“Tujuan adanya festival tari ini sebagai bagian dari upaya kemajuan budaya dan pelestarian tradisi. Sebab, dalam tarian ini mengangkat filosofi kesabaran dan keuletan dalam proses pembuatan caping kalo,” jelasnya.

Ia menambahkan, keberadaan perajin caping kalo saat ini hanya tersisa dua orang. Karena itu, melalui festival tersebut diharapkan pelestarian tradisi dan budaya, khususnya caping kalo, dapat kembali terangkat.

“Kudus punya pakaian adat yang salah satu atributnya adalah caping kalo. Ini bagian dari pelestarian budaya,” ucapnya.

Pihaknya berharap, pelestarian tari yang menggambarkan proses pembuatan caping kalo itu dapat terus terjaga. Dengan demikian, para perajin tetap eksis dan tradisi tersebut dapat diteruskan oleh generasi muda di Kudus.

“Masyarakat Kudus perlu merawat nilai-nilai yang lahir dari caping kalo, seperti keuletan, kesabaran, dan konsistensi. Nilai itu yang membentuk karakter masyarakat Kudus agar tidak mudah menyerah,” imbuhnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER