BETANEWS.ID, KUDUS – Sebanyak 22 Koperasi Desa/Kelurahan (Kopdeskel) Merah Putih di Kabupaten Kudus diusulkan menerima bantuan program bioflok tematik dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2026. Bantuan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produksi ikan lokal sekaligus mendukung kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepala Bidang Perikanan Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Zainal Arifin, mengatakan secara nasional KKP menyiapkan bantuan bagi 4.000 Kopdeskel Merah Putih di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, Kudus mengusulkan 22 koperasi yang dinilai paling siap mengikuti program.
“Harapannya, dari 22 koperasi yang kami usulkan bisa terealisasi semua,” ujar Zainal di ruang kerjanya belum lama ini.
Menurut Zainal, saat ini terdapat 132 Kopdeskel Merah Putih di Kudus. Namun, baru 22 koperasi yang memenuhi persyaratan untuk menerima bantuan bioflok tematik.
Ia pun mengungkapkan syarat penerima bantuan dari KKP, di antaranya memiliki lahan minimal 1.000 meter persegi. Menurutnya, lahan tersebut berada di luar gerai Kopdeskel Merah Putih.
“Selain itu, harus tersedia air yang memadai, daya listrik minimal 2.200 watt, serta izin usaha budidaya air tawar yang tercatat resmi,” bebernya.
Baca juga : 125 Kopdeskel Merah Putih di Kudus Sudah Laksanakan RAT, Tertinggi di Jateng
Zainal mengatakan, sebanyak 22 kopdes yang diusulkan menerima bantuan dari KKP tersebar di delapan kecamatan dari total sembilan kecamatan di Kudus. Sementara itu, Kecamatan Gebog belum masuk dalam usulan karena dinilai belum memenuhi kesiapan.
“Apabila terealisasi, bantuan yang diberikan berupa instalasi bioflok, 24 kolam bundar terpal berdiameter empat meter, 50 ribu benih ikan, serta pakan ikan. Jenis benih yang disalurkan dapat berupa nila maupun lele sesuai ketersediaan dari KKP,” jelasnya.
Ia berharap bantuan tersebut dapat mendongkrak produksi perikanan lokal. Dengan meningkatnya hasil budidaya, ikan dari Kudus diharapkan mampu menyuplai kebutuhan dapur program makan bergizi yang rutin menyediakan menu ikan setiap pekan.
“Memang belum bisa mencakup seluruh kebutuhan dapur makan bergizi di Kudus, tetapi minimal ini menjadi langkah awal dan nantinya bisa berlanjut,” tandasnya.
Editor: Kholistiono

