BETANEWS.ID, KUDUS – Dalam rangka memperingati Bulan Puisi 2026, Jaringan Kebudayaan Rakyat (Jaker) Kabupaten Kudus menggelar talkshow bertema “Menemukan Makna dalam Setiap Karya” di Sidji Coffee, Sabtu (25/4/2026). Kegiatan ini menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya pegiat teater Asa Jatmiko, penulis novel AJ Susmana, serta perwakilan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Wahyu Kristanto.
Ketua penyelenggara, Adrian Yulistyo, menyampaikan, bahwa kegiatan ini menjadi momentum untuk kembali menghidupkan puisi di kalangan masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, sebuah karya puisi dapat menyampaikan pesan yang memiliki arti.
“Bulan April ini bertepatan dengan momentum Bulan Puisi. Kami ingin puisi kembali dihidupkan, terutama dengan tema mencintai negeri. Harapannya, puisi bisa menjadi media untuk menyampaikan pesan-pesan kebangsaan,” katanya di sela-sela kegiatan.
Ia menjelaskan, peserta yang hadir berasal dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar, mahasiswa, komunitas sastra, hingga guru MGMP dan pegiat seni budaya. Menurutnya, perlu ada lebih banyak ruang yang disediakan untuk mendorong minat baca dan menulis di Kabupaten Kudus.
“Ruang-ruang diskusi dan sastra perlu diperbanyak agar masyarakat, khususnya anak muda, semakin gemar membaca dan menulis,” tambahnya.
Baca juga : Harumkan Kudus, Desa Jepangpakis Raih Juara Nasional Jaga Desa Awards
Dalam kegiatan tersebut, tidak hanya dialog yang digelar, tetapi juga pembacaan puisi oleh sejumlah pelajar. Adrian berharap, melalui forum ini, peserta mampu menemukan makna dalam setiap karya yang dihasilkan.
“Setiap karya pasti memiliki pesan. Dari sana, kita ingin mendorong bagaimana remaja bisa menghasilkan karya yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki nilai,” jelasnya.
Ia menilai geliat sastra di Kudus sebenarnya sudah cukup baik, ditandai dengan banyaknya komunitas yang aktif menggelar berbagai kegiatan. Ke depan, pihaknya berharap kolaborasi antar komunitas dapat terus ditingkatkan.
“Harapannya, kita bisa bersinergi menggelar event bersama, tidak hanya puisi, tetapi juga cerpen, novel, dan karya sastra lainnya,” katanya.
Anggota DPRD Kabupaten Kudus sekaligus Ketua Fraksi Gerindra, Valerie Yudistira, mengungkapkan pihaknya ingin mendorong kreativitas generasi muda di bidang sastra. Apalagi, karya puisi kini mulai dirindukan oleh masyarakat Kudus.
“Saat ini minat sastra di Kudus memang menurun. Harapan saya sebagai anggota dewan yang menjaring aspirasi, anak muda perlu kita dorong untuk berperan di dunia sastra,” ungkapnya.
Terlebih, menurutnya sastra membentuk sebuah kebudayaan. Apalagi saat ini yang dibutuhkan adalah kebudayaan yang halus dan lembut, namun tetap kritis.
“Langkah ke depan, kami mendorong Jaker untuk membuat karya sastra berbentuk kritik sosial terhadap pemerintah, yang kemudian dapat diterbitkan dalam bentuk cetak sehingga bisa ditempatkan di perpustakaan sekolah maupun perpustakaan daerah,” terangnya.
Editor: Kholistiono

