Naik Kuda Sepanjang 3,9 Km, Kirab Buka Luwur Hari Jadi Jepara ke-477 Berlangsung Meriah 

BETANEWS.ID, JEPARA – Menyambut Hari Jadi Kabupaten Jepara ke-477, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara kembali menyelenggarakan kirab buka luwur di Makam Mantingan pada Kamis, (9/4/2026). 

Berbeda dibanding tahun sebelumnya, pelaksanaan kirab pada tahun ini digelar tanpa iring-iringan kendaraan. Rombongan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menaiki kuda dari Pendopo Kabupaten Jepara ke Kompleks Makam Mantingan yang berjarak sekitar 3,9 kilometer. 

Rangkaian pelaksanaan kirab, diawali dengan pertunjukan Sendratari Ratu Kalinyamat yang dimainkan oleh 24 orang penari. Selama hampir 30 menit mereka dengan lincah menampilkan kisah Ratu Kalinyamat saat berperang melawan Bangsa Portugis. 

-Advertisement-

Usai pelaksanaan Sendratari, Pemeran Ratu Kalinyamat yang sudah menunggang kuda muncul bersama pasukan yang membawa kain luwur berwarna hijau. 

Setelah didoakan, kain itu itu kemudian di kirab. Rombongan kirab dari Pasukan Purna Paskibraka serta Bergardha Keprajuritan mengikuti kirab dengan berjalan kaki. 

Sementara di belakangnya diikuti oleh sosok pemeran Ratu Kalinyamat serta Forkopimda Jepara yang menaiki kuda. Total terdapat 11 kuda yang digunakan dalam pelaksanaan kirab. 

Baca juga : Ziarah Sembilan Makam Leluhur Awali Rangkaian Peringatan Hari Jadi Jepara ke-477 

Kemudian di belakangnya terdapat rombongan istri Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretariat Daerah (Setda) menaiki kereta kencana. Total juga terdapat 11 kereta kencana yang digunakan. 

Dan rombongan terakhir terdiri dari kepala organisasi perangkat daerah (OPD) serta kepala BUMD yang menaiki sepeda onthel. 

Sepanjang rute perjalanan kirab, sambutan masyarakat terlihat begitu antusias. Sebab mereka bisa menyapa langsung Bupati Jepara yang menaiki Kuda.  

Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam, rombongan kirab tiba di Kompleks Makam Mantingan yang kemudian dilanjut dengan doa bersama dan prosesi penggantian kain luwur. 

Terdapat tiga makam yang dilakukan penggantian kain luwur. Yaitu makam Ratu Kalinyamat, Sultan Hadlirin, serta Raden Abdul Jalil. 

Penggantian kain luwur itu dilakukan sebab Hari Jadi Jepara yang diperingati setiap tanggal 10 April, merupakan momen dimana Ratu Kalinyamat pertama kali memimpin Jepara pada 10 April 1549. 

Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, melalui pelaksanaan kirab dengan menunggangi kuda, ia berharap hal itu bisa menjadi momen refleksi bagi ia dan jajaran OPD di Pemkab Jepara agar memiliki tenaga yang kuat seperti kuda untuk melayani masyarakat Jepara. 

“Kuda itu kekuatannya sangat luar biasa, sehingga kami berharap mudah-mudahan kami memiliki tenaga seperti kuda untuk bekerja di pemerintahan untuk satu tahun ke depan,” katanya saat ditemui di Kompleks Makam Mantingan. 

Wiwit mengatakan, pelaksanaan kirab di tahun ini memang dilakukan ditengah efisiensi penggunaan Bahan Bakar Minyak. Sehingga konsep pelaksanaan kirab tahun ini menurutnya juga relevan dengan semangat efisiensi yang dilakukan oleh pemerintah pusat. 

“Awal dulu kita menjabat diarahkan untuk efisiensi, sehingga tidak bisa kita buat meriah. Tahun ini juga ada efisiensi, sehingga kita menggunakan kendaraan tradisional tapi itu tidak mengurangi semangat di perayaan hari jadi Jepara ke-476,” ucapnya. 

Sementara itu, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jepara, Agus Sutisna mengatakan, selama pelaksanaan kirab, masyarakat terlihat begitu antusias. Sehingga hal itu, menurutnya bisa diartikan bahwa masyarakat masih memiliki kepercayaan kepada pemerintah. 

Untuk iu ia berharap, hal itu bisa menjadi semangat bagi Pemkab Jepara untuk terus memberikan pelayanan bagi masyarakat. 

“Hari Jadi juga menjadi momen yang harus kita gunakan untuk merefleksi sejarah dan budaya di Jepara, sehingga bisa menjadi semangat untuk terus melayani masyarakat,” katanya.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER