Biaya Haji 2026 Dipastikan Tidak Naik, CJH Justru Dapat Subsidi Rp8 Juta 

BETANEWS.ID,  JEPARA– Kementrian Haji dan Umrah RI memastikan pelaksanaan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi tetap berjalan sesuai jadwal yang sudah disusun. 

Hal itu seperti disampaikan oleh Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid saat menghadiri Manasik Haji Terintegrasi yang digelar di Gedung Wanita Jepara pada Kamis, (9/4/2026). 

Wachid mengatakan, eskalasi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang saat ini masih terjadi dipastikan tidak berpengaruh terhadap pelaksanaan ibadah haji. 

-Advertisement-

“Kemarin saya dari Arab Saudi, tidak ada masalah haji, aman. Kementrian Haji dan Umrah serta Pemerintah Arab Saudi menjamin, semua tetap berjalan seperti rencana awal,” kata Wachid saat ditemui usai pelaksanaan Manasik Haji. 

Wachid melanjutkan, calon jemaah haji (CJH) juga tidak perlu khawatir akan ada kenaikan Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH). Sebab saat ini eskalasi perang antara AS-Israel Vs Iran turut berdampak pada naiknya harga avtur. 

Dari hasil perencanaan awal, harga avtur yang diperkirakan yaitu 68 ribu USD per metrik ton, saat ini naik menjadi 116 ribu USD per metrik ton. Dengan harga kenaikan itu, pihak maspakai akan mengalami kerugian sekitar Rp1,77 triliun. 

Sehingga setiap jamaah haji tadinya harus membayar biaya tambahan sekitar Rp7-8 juta per jamaah. 

“Soal harga bahan bakar yang naik, kemarin juga sudah dibicarakan dan dari Presiden sudah menyampaikan bahwa kenaikan sebesar kurang lebih per jamaah Rp8 juta akan ditanggung oleh pemerintah,” ungkapnya. 

Baca juga : Wujudkan Wajah Kota Rapi dan Ekosistem Kreatif, Valerie Dorong Percepatan Perda Kabel FO dan Ekraf di Kudus

Sementara untuk persiapan pelaksanaan ibadah haji, Wachid menyebutkan, saat ini sudah mencapai 99 persen. 

“Persiapan sudah 99 persen, baik hotel, tenda di Arafah dan Mina sudah selesai, tinggal menunggu kedatangan calon jemaah haji,” lanjutnya. 

Dari pihak Pemerintah Arab Saudi menurutnya juga tidak memberikan arahan khusus. Hany meminta agar para calon jemaah ikut mendoakan agar konflik antara AS-Israel dan Iran segera berakhir. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Kabupaten Jepara, Siti Zuliati menjelaskan total peserta manasik terdiri dari 1.533 jemaah haji reguler, 6 pembimbing KBIHU, serta 8 petugas haji daerah. Seluruh peserta telah melunasi Biaya Perjalanan Ibadah Haji (BPIH).

“Peserta manasik tahun ini berjumlah 1.547 orang yang tersebar di 16 kecamatan. Ini menunjukkan antusiasme masyarakat Jepara yang sangat tinggi untuk menunaikan ibadah haji,” ujarnya.

Dari total tersebut, mayoritas jemaah adalah perempuan sebanyak 857 orang, sementara laki-laki berjumlah 690 orang. Kecamatan Pecangaan menjadi penyumbang jemaah terbanyak dengan 157 orang, disusul Kecamatan Tahunan dan Kalinyamatan. 

Dari sisi usia, terdapat 296 jemaah lanjut usia (65–79 tahun) serta 51 jemaah berusia di atas 80 tahun. Jemaah tertua berusia 85 tahun, sedangkan yang termuda berusia 16 tahun. Latar belakang pendidikan pun beragam, mulai dari jenjang dasar sebanyak 450 orang hingga satu orang bergelar doktor.

Secara profesi, jemaah didominasi sektor swasta sebanyak 421 orang, diikuti sektor perdagangan 324 orang, serta ibu rumah tangga sebanyak 285 orang.

Editor : Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER