BETANEWS.ID, KUDUS – Cara unik dilakukan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Wonosoco, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus untuk meningkatkan semangat siswa dalam menyantap Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Para penerima manfaat dari dapur MBG tersebut mendapat uang kejutan mulai dari Rp2 ribu hingga Rp100 ribu selama satu bulan ini.
Program inovatif ini mulai berjalan sejak Selasa (31/3/2026), dan mendapat sambutan antusias dari para siswa. Salah satunya siswa di SD 1 Wonosoco yang mendapat uang kejutan setelah membuka ompreng MBG.
Seperti yang dialami oleh Derby Dintang, siswa kelas 5 tersebut mengaku senang. Selain mendapat makan bergizi gratis, ia juga mendapat uang di dalam ompreng yang membuatnya semakin senang dengan program tersebut.
“Senang, dapat terus. Biasanya Rp5 ribu, uang ini akan saya buat beli jajan,” bebernya saat ditemui usai santap MBG, Kamis (9/4/2026).
Kepala SD 1 Wonosoco, Nirma Ari Astuti, mengakui dampak positif dari inovasi tersebut. Menurutnya, siswa terlihat lebih bersemangat dan antusias mengikuti program MBG.
“Anak-anak sangat senang, apalagi di hari pertama semua siswa dapat kejutan THR di setiap ompreng. Nominalnya bervariasi, dari Rp2 ribu sampai Rp100 ribu,” jelasnya.
Baca juga : Meski Punya Keterbatasan, Siswa SLBN Cendono Kudus Ikuti TKA
Di sekolahnya, jumlah penerima mencapai 104 siswa. Ia juga memastikan bahwa menu makanan yang disajikan sudah memenuhi standar gizi, bahkan makanan MBG tersebut selalu habis disantap.
“Menunya sudah bagus, lengkap. Anak-anak juga selalu menghabiskan makanannya,” katanya.
Sementara itu, Kepala SPPG Wonosoco, Arinda Kharismanisa Islami menyampaikan, bahwa program tersebut bukan berasal dari dana operasional MBG, melainkan inisiatif dari yayasan sebagai bentuk motivasi bagi anak-anak.
“Ini pyur dari yayasan, bukan dari operasional SPPG. Ini merupakan salah satu cara kami untuk meningkatkan minat dan semangat anak agar berangkat sekolah dan belajar dengan baik,” ujarnya.
Nominal uang kejutan yang diberikan bervariasi dan dibagikan secara acak di dalam ompreng (wadah makan). Mulai dari Rp2 ribu hingga Rp100 ribu, tergantung alokasi yang disiapkan yayasan.
Program ini menyasar siswa dari berbagai jenjang pendidikan, mulai PAUD, TK, SD hingga SMP, serta kelompok B3 (ibu hamil, ibu menyusui, dan balita) di Desa Wonosoco dan Berugenjang. Total penerima manfaat mencapai 838 orang dari 10 sekolah dan kelompok B3.
Asisten lapangan SPPG Wonosoco, Rani Budiarti, menegaskan, ide pemberian THR muncul karena Desa Wonosoco dan Berugenjang sebelumnya lama belum mendapat MBG. Sebab, anak lainnya sudah mendapatkan MBG sejak lama.
“Maka dari itu, kami berinisiatif agar anak-anak ini bisa semakin semangat belajar,” jelasnya.
Ide tersebut kemudian disampaikan ke pihak yayasan dan disetujui untuk dijalankan selama satu bulan penuh selama momentum Lebaran.
“Ini bentuk rasa syukur sekaligus kejutan untuk anak-anak,” imbuhnya.
Dalam pelaksanaan pemberian kejutan uang di dalam ompreng itu, pihak yayasan mengganggarkan Rp50-100 ribu per harinya. Sedangkan untuk penerima yang mendapat uang tergantung besaran yang ditaruh ke ompreng, baik itu Rp2 ribu, Rp5 ribu, atau Rp10 ribu.
“Intinya program ini inisiatif dari yayasan, bukan uang dari operasional dapur SPPG,” jelasnya.
Editor: Kholistiono

