BETANEWS.ID, JEPARA– Ditengah eskalasi perang antara Iran melawan Amerika dan Israel yang menggangu jalur penerbangan menuju Mekkah dan Madinah, proses persiapan pemberangkatan calon jemaah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi terus berjalan.
Salah satunya, pembuatan gelang haji yang menjadi identitas bagi calon jemaah haji asal Indonesia. Proses pembuatan gelang itu dilakukan di rumah sederhana yang berada di RT 8 RW 1, Desa Bakalan, Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara.
Pemilik rumah produksi itu bernama Subandi (53). Ditemui di kediamannya, Subandi bercerita, tahun ini menjadi tahun ke-17, ia dipercaya sebagai pembuat gelang bagi calon jemaah haji Indonesia.
Jumlah gelang haji yang dipesan oleh Kementerian Haji dan Umrah pada tahun ini yaitu sebanyak 226 ribu gelang.
“Untuk jemaah haji reguler sebanyak 221 ribu itu sudah termasuk PIHK (Haji Khusus), ditambah petugas kloter sekitar dua ribuan dan petugas Arab Saudi sekitar 2.300, total semua 226 ribu,” sebut Subandi saat ditemui di kediamannya pada Selasa, (31/3/2026).
Subandi mengatakan, desain gelang haji yang dipesan pada tahun ini tidak jauh berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hanya terdapat perbedaan pada urutan kolom yang menjadi penanda identitas bagi masing-masing calon jemaah.
Untuk proses pembuatannya sendiri, menurut Subandi terdiri dari beberapa tahapan. Pertama, yaitu stainless stel dengan kode 304 yang berasal dari Jepang dipotong menjadi lembaran plat kecil dengan panjang 22,5 cm dan lebar 20,5 cm.
Lembaran plat itu kemudian diamplas dan dibersihkan menggunakan bensin untuk selanjutnya disablon memakai cat khusus stainles stell. Lembaran plat kemudian dikeringkan dengan panas matahari setengah kering dan dilanjut dengan mesin oven untuk memperkuat lapisan cat.
Baca juga: Kirab Kerbau Bule Meriahkan Rangkaian Tradisi Pesta Lomban di Jepara
“Di bagian itu sedikit kendala, karena kemarin hujan terus, yang biasanya di oven cuma sekitar 10 menit, karena tidak ada panas matahari bisa sampai 1-2 jam,” ungkap Subandi.
Setelah kering, lembaran plat kemudian dicak untuk memastikan tulisan dan warna sablon. Lembaran plat kemudian disiram menggunakan air keras untuk membentuk monel sesuai bentuk sablon.
Sedangkan untuk menghilangkan warna merah hasil sablonan, lembaran plat direbus menggunakan bahan soda api.
Selanjutnya lembaran itu dicat sesuai kode embarkasi, lalu dipotong sesuai bentuk standarnya yaitu dengan panjang 21,5 cm dan ketebalan 1,2 mili. Proses pemotongan dikerjakan menggunakan mesin, namun pengerjaannya di Kabupaten Kudus.
“Setelah dipotong kita finishing lagi kemudian kita ikat sesuai embarkasi, per ikat berisi 100 gelang, untuk kita kirim ke masing-masing embakasi,” jelasnya.
Selama proses pengerjaan, total terdapat 300 karyawan yang terlibat. Mulai dari proses produksi hingga pembentukan gelang siap pakai yang akan dikerjakan di masing-masing embarkasi. Total terdapat 22 embarkasi.
Subandi mengatakan proses pembuatan gelang haji baru ia mulai pada hari ke tujuh bulan puasa. Sebab ia baru mendapat konfirmasi pesanan sekitar dua minggu sebelum puasa.
“Kalau progres produksinya sih sudah sekitar 90 persen, tapi kalau pemotongannya karena pembuatannya telat baru 50 persen,” sebutnya.
Gelang haji yang sudah dipotong nantinya akan mulai dikirim ke masing-masing embarkasi mulai tanggal 15 April 2026. Adapun sesuai rencana, kloter pertama calon jemaah haji Indonesia akan mulai diberangkatkan pada 21 April mendatang.
Editor : Kholistiono

