BETANEWS.ID, JEPARA– Jalur utama menuju Desa Tempur melalui Desa Damarwulan, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara saat ini masih rawan terjadi longsor susulan.
Berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, pada Bulan Maret ini sudah terdapat lima kali peristiwa longsor. Dua di antaranya terjadi pada Kamis dan Sabtu, (27&28/3/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Jepara, Muh Ali Wibowo mengatakan saat ini pihaknya masih fokus pada pembersihan material longsor berupa batu besar yang menutup badan jalan.
Titik lokasi badan jalan yang tertutup material longsor juga masih sama seperti sebelumnya. Yaitu di jalur Kajang, Damarwulan- Kaliombo.
“Hari ini fokus kita pembersihan material longsor, jalurnya masih kita tutup, kalau sudah kita bersihkan baru nanti kita buka kembali,” kata Bowo melalui sambungan telepon, Senin (30/3/2026).
Bowo mengatakan, meskipun setelah dibersihkan jalur utama menuju Desa Tempur akan dibuka, namun saat terjadi hujan, jalur tersebut akan kembali di tutup.
Baca juga: Akses Jalan Utama Desa Tempur Jepara Kembali Putus Akibat Longsor
“Karena kita khawatir potensi longsor susulan ini masih ada. Di atas ini masih banyak material longsor yang berpotensi untuk jatuh ke bawah. Jadi kalau hujan memang harus ditutup,” ungkap Bowo.
Terpisah, Bupati Jepara, Witiarso Utomo mengatakan, selain membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan, saat ini ia juga fokus pada pembukaan jalur baru menuju Desa Tempur.
Jalur baru tersebut yaitu melalui Desa Sumanding, Kecamatan Kembang dengan panjang sekitar 6 kilometer.
Saat ini, pembukaan jalur baru tersebut sudah hampir lima kilometer. Dalam waktu satu bulan mendatang jalur baru tersebut ditargetkan rampung sehingga bisa dilewati oleh kendaraan.
“Saat ini progresnya sekitar 80 persen. Empat pekan lagi atau sebulanan sudah clear,” kata Wiwit.
Rencananya, badan jalan jalur baru itu akan dilakukan pengerasan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Jepara. Nantinya juga akan dilakukan penataan saluran air di kawasan jalur baru tersebut.
“Pengerjaannga nanti dianggarkan di APBD Perubahan tahun ini,” pungkasnya.
Editor: Kholistiono

