BETANEWS.ID, JEPARA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara dibantu relawan dan warga sekitar mulai membersihkan material longsor yang menutup akses jalan utama menuju Desa Tempur, Kecamatan Keling, pada Jumat (27/3/2026).
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kabupaten Jepara, Muh Ali Wibowo mengatakan, pembersihan material longsor saat ini dibantu dua alat berat, yaitu bego dan beaker yang berfungsi untuk memecah batu. Sebab, ukuran batu yang menjadi material longsor cukup besar.
“Sejak tadi pagi sudah mulai kita bersihkan, sampai nanti sore. Besok pagi Insya Allah sudah bisa dilewati, tapi dengan banyak peringatan,” kata Bowo saat dihubungi melalui sambungan telepon.
Bowo melanjutkan, di sepanjang jalur yang mengalami longsor, nantinya akan dipasang papan peringatan bertuliskan “Hati-Hati di Perjalanan”, “Hati-Hati Longsor Susulan”, ” Bila Hujan Dilarang Melintas”, serta beberapa peringatan lain.
Baca juga : Akses Jalan Utama Desa Tempur Jepara Kembali Putus Akibat Longsor
Papan peringatan itu dipasang, sebab berdasarkan hasil penyisiran di bagian paling atas tebing yang kemarin longsor, ditemukan retakan pada tanah dan batu besar yang dikhawatirkan akan kembali menjadi longsor susulan. Terutama apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi.
“Di atas itu banyak material yang potensial untuk kembali longsor. Sehingga sebenarnya kita khawatir begitu kita buka, ada hujan, longsor lagi, sehingga nanti kita kasih tulisan peringatan keras,” beber Bowo.
Sebagai informasi, sebagaimana diberitakan sebelumnya akses jalan utama menuju Desa Tempur melalui Desa Damarwulan kembali longsor pada Kamis, (27/3/2026).
Longsor itu dipicu akibat hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi selama beberapa hari terakhir. Sehingga menyebabkan bencana longsor berupa material bebatuan dari tebing setinggi kurang lebih 100 meter dengan lebar sekitar tiga meter.
Sebagai jalan alternatif, warga yang akan menuju maupun keluar dari Desa Tempur disarankan untuk melewati jalur Rimong-Kaliombo melalui Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.
Editor : Kholistiono

