Cuma Rp500 Per Biji, Omzet Gethuk Goreng Kandar Tembus Rp2,5 Juta Sehari

Seorang pria dengan kaus berwarna hijau tampak sibuk membentuk adonan menjadi bulat-bulat. Setelah itu, adonan tersebut dimasukkan ke dalam minyak goreng yang sudah panas. Tidak lupa ia juga membolak-balik gorengan agar matang merata.

Pria itu tak lain adalah Sukandar, pemilik usaha gethuk goreng yang berlokasi di Jalan Mayor Kusmanto No 15, Rendeng, Kota Kudus, Kudus. Dari cerita yang ia sampaikan, pria yang akrab disapa Kandar itu menggeluti usaha gethuk goreng semenjak 2019. Saat ini, Kandar mengaku sudah memiliki dua lapak.

“Satunya ini, satunya lagi dekat lapangan Gribik Gang 19,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

-Advertisement-

Baca juga: Panen Cuan, Pengrajin Ecoprint Jati Semi Kudus Kebanjiran Order Hampers Lebaran

Lapak pertama Kandar buka dari pukul 06.00 WIB hingga 09.00 WIB. Sedangkan untuk lapak keduanya, buka dari pukul 14.00 WIB hingga magrib. Tapi saat ramai pelanggan, Kandar bisa tutup lebih awal.

Sebelumnya, Kandar sudah pernah mencoba usaha gorengan lain seperti mendoan, bakwan, klepon, dan aneka jajanan tradisional lain. Namun karena dirasa prosesnya terlalu rumit dan panjang, akhirnya ia memutuskan untuk memulai usaha gethuk goreng.

“Kalau gethuk goreng ini prosesnya lebih simpel, tidak serumit dulu waktu jualan klepon,” bebernya.

Gethuk goreng Kandar hanya dibanderol Rp500 untuk per bijinya. Meskipun begitu, omset yang didapatkan dari usahanya tidak main-main. Dalam sehari, Kandar mampu meraup omset sekitar dua juta lebih dari dua lapak tersebut.

“Kalau yang ini sehari sekitar Rp1,5 juta. Sedangkan untuk lapak satunya mungkin hanya sejutaan karena tutupnya lebih awal,” ujar Kandar.

Meski memiliki omset jutaan dalam sehari, Kandar juga mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan yang berkualitas. Ia mengungkapkan, bahwa cuaca yang terjadi mempengaruhi kualitas singkong yang tersedia. Saat musim penghujan, kualitas singkong yang ia dapat kurang bagus sehingga berpengaruh pada proses penggorengan.

Baca juga: Pesanan Jajanan Keciput Meningkat Tajam, Tri Food Jaya Produksi Hingga 50 Kg per Hari

Setiap hari, Kandar biasanya menghabiskan sekitar 2.500 biji di lapak pertama. Sedangkan untuk lapak kedua, ia bisa menghabiskan sekitar 1.000 biji.

“Berapapun pemasukannya ya disyukuri. Semua butuh proses, saya juga tidak langsung punya banyak pelanggan seperti saat ini,” tambahnya.

Penulis: Prih Nur Fia Istiqomah, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER