Tanpa Toko Online , Toko Buku Barokah Semarang Tetap Diburu Pelanggan

Di Jalan Stadion Barat, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, Jawa Tengah, terlihat sebuah toko bertuliskan “Toko Buku Barokah”. Beragam buku tampak tersusun rapi di atas rak. Beberapa di antaranya masih baru dan bersampul plastik, sedangkan yang lainnya adalah buku bekas tanpa sampul.

Buku-buku itu terdiri dari genre yang berbeda-beda. Terdapat buku pendidikan formal dari jenjang TK hingga mahasiswa, kumpulan novel, majalah-majalah bekas, dan aneka buku lainnya.

Baca juga: Panen Cuan, Pengrajin Ecoprint Jati Semi Kudus Kebanjiran Order Hampers Lebaran

-Advertisement-

Dariono (47), pemilik toko tersebut, bercerita bahwasannya ia sudah merintis usaha bukunya sejak tahun 2000. Awalnya, ia adalah salah satu karyawan di Toko Buku Anugrah Ilmu. Namun, berkat keuletan serta konsistensinya bekerja sambil belajar, ia berhasil membuka toko buku miliknya sendiri.

“Dulu kerja di toko Anugrah sekitar empat kalau tidak lima tahun, setelah itu ada yang nawarin modal, akhirnya buka toko buku sendiri,” ujar Dariono.

Bapak dua anak itu mengaku sebelumnya tidak menyangka bisa berkecimpung di dunia perbukuan. Hal itu bukan tanpa alasan, ia merasa insecure karena hanya lulusan SMP. Tapi berkat dukungan dari saudara dan rekan-rekannya, toko buku miliknya berhasil beroperasi hingga sekarang.

Buku-buku di toko Dariono didapat dari tempat yang berbeda-beda. Ada yang langsung dari penerbit, ada juga buku prelove bekas mahasiswa-mahasiswa yang berkampus di Semarang dan sekitarnya.

“Awalnya hanya menyediakan sedikit buku, tapi saya konsisten hingga bisa menyediakan buku sebanyak ini. Meskipun ini saja belum sesuai harapan banyak pelanggan,” ujarnya saat ditemui beberapa waktu lalu.

Saat ini, Dariono sudah memiliki dua toko buku. Toko buku pertamanya bernama “Toko Buku Barokah” berada di Jalan Stadion Barat, Karangkidul, Kecamatan Semarang Tengah, Kota Semarang, tepatnya dekat Stadion Diponegoro, Semarang. Sedangkan toko keduanya bernama “Putra Barokah” yang berada di Jalan W.R. Supratman, Genuk, Genuk Sari, Semarang.

“Kebetulan toko keduanya dijaga istri, sekalian istri jualan sembako,” beber Dariono.

Baca juga: Pesanan Jajanan Keciput Meningkat Tajam, Tri Food Jaya Produksi Hingga 50 Kg per Hari

Meski kini marak penjual buku yang menawarkan buku tiruan atau KW dengan harga dua kali lipat lebih murah, Dariono akan tetap menjual buku dengan kualitas yang baik atau original. Selain itu, ia juga menolak memasarkan bukunya di toko-toko online seperti Shopee.

“Kalau saya jual online saya harus mematok harga lebih murah. Tidak balance dengan modal yang saya keluarkan. Jadi ya biar begini saja,” ungkapnya.

Meski kini minat baca turun, ditambah keberadaan toko buku online yang semakin banyak, ia akan tetap optimis dengan usaha yang ia geluti. Dari penuturannya, pelanggan banyak yang dari luar kota, seperti Kudus, Demak, Jepara, dan lainnya.

Penulis: Prih Nur Fia Istiqomah, Mahasiswa Magang PBSI UMK

Editor: Ahmad Rosyidi

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER