31 C
Kudus
Minggu, Februari 15, 2026

Berawal dari Tak Sengaja, Dimsum Receh Milik Supri Bisa Ludes Hanya Dalam Dua Jam Saja

BETANEWS.ID,JEPARA– Pembeli datang silih berganti mendatangi gerobak motor berwarna kuning bertuliskan “Dimsum Receh” yang berjualan di dekat perempatan Desa Tegalsambi, Kecamatan Tahunan, Kabupaten Jepara.

Hanya dalam waktu dua jam, ratusan dimsum yang dibawa Supriyanto (32) Warga Desa Semat, Kecamatan Tahunan ludes diserbu pembeli.

Usai melayani pembeli, Supriyanto bercerita ia pertama kali berjualan dimsum pada tahun 2023. Awalnya ia hanya penasaran dengan cita rasa makanan khas dari Negara Tiongkok itu.

-Advertisement-

“Dulu pernah beli terus iseng-iseng bikin sama istri, ternyata kok enak. Akhirnya coba bikin saya jual di warung ibu saya di Pantai Semat,” katanya pada Betanews.id, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Bangkit dari PHK, Ferry Kini Sukses Buka Seafood Kerang Kaki Lima

Supriyanto dulunya merupakan pekerja pabrik. Namun karena sudah merasa jenuh, akhirnya ia memutuskan keluar dan memilih berjualan dimsum sendiiri dengan berkeliling ke sekolah-sekolah.

Usaha itu mulai serius ia tekuni sekitar Bulan Desember 2023. Disaat awal-awal berjualan, Supriyanto mengatakan jika belum banyak pembeli yang mengenal dimsum.

“Dulu awal-awal belum ramai, masih pada nanya ini jajanan apa. Sehari dulu bisa muter sampai lima sekolah. Mulai ramai itu justru waktu Gacoan buka di Jepara, orang-orang mulai sadar, oh ini kayak yang dijual di Gacoan,” ujarnya.

Supriyanto sengaja memilih nama Dimsum Receh, sebab harga Dimsum yang ia jual hanya Rp1 ribu per biji. Sedangkan rata-rata harga dimsum yaitu Rp3-4 ribu per biji.

Ia sengaja menjual dimsum dengan harga seribuan, agar bisa menjangkau pembeli dari seluruh kalangan serta untuk mengenalkan dimsum ke banyak orang.

“Kalau dimsum kan biasanya harganya Rp3 ribu ke atas, kalau ini harganya seribuan, biar anak kecil, semua kalangan bisa beli,” katanya.

Kini setelah dikenal dan memiliki banyak pelanggan setia, dalam sehari Supriyanto mampu menjual lebih dari dua ribu biji dimsum per hari.

Jumlah itu ia jual di empat lokasi berbeda. Yaitu di Depan SD Kampus Kelurahan Panggang, Kecamatan Jepara. Disana ia berjualan mulai pukul 10.30-13.00 WIB.

Baca juga: Terinspirasi Coffee Street yang Booming, Mas Bro Gagas Barber Street di Balai Jagong Kudus

Kemudian sorenya baru ia berpindah ke dekat Perempatan Desa Tegalsambi, mulai pukul 16.00 WIB sampai habis.

“Tapi kadang jualan cuma dua jam langsung ludes, Alhamdulillah. Sampai banyak nolak pembeli soalnya memang sudah habis,” ungkapnya.

Selain di dua lokasi itu, terdapat dua pegawainya yang berjualan di dua lokasi berbeda. Yaitu di Dekat Taman Kanal, Kelurahan Potroyudan, Kecamatan Jepara dan di Dekat SD Bugel, Kecamatan Kedung. Mulai pukul 16.00 – 21.00 WIB.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER