BETANEWS.ID,KUDUS – Bupati Kudus Sam’ani Intakoris menghadiri peresmian Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polres Kudus di Desa Kramat, Kecamatan Kota, Jumat (13/2/2026). Peresmian tersebut dilaksanakan serentak bersama 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto secara daring.
Usai mengikuti seremoni virtual, Bupati Sam’ani bersama Kapolres Kudus meninjau langsung sarana dan prasarana yang tersedia di SPPG Polres Kudus. Peninjauan dilakukan untuk memastikan kesiapan operasional serta standar keamanan pangan sebelum didistribusikan kepada penerima manfaat.
Bupati Sam’ani menyampaikan, bahwa saat ini sudah ada 92 SPPG yang beroperasi di Kabupaten Kudus dan ditargetkan bertambah menjadi 106 unit. Ia mengapresiasi dukungan Polres Kudus yang telah membangun dua SPPG tambahan guna mempercepat pelayanan bagi anak-anak penerima manfaat program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Baca juga: Parkir Dandangan Kudus Jadi Sorotan, Wabup Bellinda Tegaskan Tarif Motor Maksimal Rp 5 Ribu
“Alhamdulillah SPPG di Kabupaten Kudus sudah berjalan 92 dan kita kejar menjadi 106. Dukungan Polres ini menambah percepatan realisasi program MBG,” ujar Sam’ani.
Ia menegaskan, setiap makanan yang akan didistribusikan wajib melalui uji standar, termasuk pengecekan tingkat keasaman dan potensi bahaya lainnya. Langkah tersebut dilakukan agar makanan yang diterima anak-anak benar-benar layak konsumsi dan sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN).
Menurutnya, kehadiran SPPG menjadi bagian dari upaya menyukseskan program Presiden Prabowo dalam mewujudkan Generasi Emas 2045. Pemerintah daerah bersama TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.
Bupati juga menyebut sistem pengawasan dilakukan secara terbuka, termasuk melalui pemantauan CCTV yang dapat diakses masyarakat. Ke depan, integrasi sistem akan dikoneksikan dengan program Kudus Sehat agar transparansi semakin optimal.
Selain meningkatkan kualitas gizi anak, Sam’ani menekankan bahwa SPPG turut berdampak pada penyerapan tenaga kerja. Dalam satu SPPG, sedikitnya melibatkan sekitar 50 tenaga kerja sehingga secara keseluruhan mampu menyerap ribuan pekerja di Kabupaten Kudus.
“Selain mencerdaskan anak bangsa, program ini juga menyerap tenaga kerja dan menggerakkan ekonomi masyarakat. Ini sangat membantu mengurangi pengangguran,” tambahnya.
Baca juga : Pemkab Kudus Kejar Target Penurunan Stunting Tahun Ini, Fokus Cegah Kasus Baru
Kapolres Kudus AKBP Heru Dwi Purnomo mengatakan total SPPG Polres Kudus nantinya berjumlah empat unit. Saat ini satu unit telah beroperasi dan dua unit resmi diluncurkan di Desa Kramat, Kecamatan Kota serta Desa Getas Pejaten, Kecamatan Jati.
Artinya, pekan depan ada tiga SPPG Polres Kudus siap mendistribusikan menu MBG kepada penerima manfaat. Pihaknya juga memastikan pengawasan dilakukan secara ketat untuk mencegah kejadian luar biasa (KLB) melalui kerja sama dengan Pemkab Kudus, Kodim, Dinas Kesehatan, dan Satgas terkait.
“Kami bersama Satgas Kabupaten Kudus melakukan pengawasan bersama agar seluruh SPPG berjalan sesuai standar. Ini bentuk kolaborasi untuk memastikan keamanan dan kualitas makanan bagi masyarakat,” ujarnya.
Editor: Kholistiono

