31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Serahkan Bantuan Alsintan, Bupati Kudus Targetkan Surplus Pangan Naik Hingga 35 Ribu Ton

BETANEWS.ID,KUDUS-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus menargetkan peningkatan produktivitas pertanian dalam mendukung swasembada pangan secara nasional. Jika di tahun 2025, Kabupaten Kudus mencatat surplus pangan sebesar 25 ribu ton, maka Pemkab Kudus menargetkan surplus meningkat menjadi 30-35 ton pada 2026.

Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris menyampaikan, melalui bantuan alat pertanian (alsintan) untuk petani di Kabupaten Kudus, terutama di Kecamatan Undaan yang mendapat bantuan alsintan berupa traktor roda 4, traktor rotavator, dan drone itu dapat mendorong produktivitas pertanian yang ada. Menurutnya, sejauh ini pertanian di Kudus menunjukkan kinerja positif.

“Jadi kita dorong peningkatan hasil panen. yang dulunya satu hektare sawah menghasilkan 7 sampai 8 ton, sekarang kita targetkan bisa mencapai 10 ton per hektare,” katanya usai menyerhkan bantuan alsintan dari pemerintah pusat didampingi anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini, Selasa (10/2/2026).

-Advertisement-

Baca juga: Bupati Sam’ani Resmi Buka TMMD Sengkuyung Tahap 1 di Ngembal Kulon

Dengan bantuan alsintan untuk petani di Kudus, Sam’ani menyampaikan rasa terima kasihnya atas perhatian pemerintah pusat terhadap sektor pertanian di Kudus. Bantuan penyerahan yang ditujukan untuk Kabupaten Kudus akan dilakukan secara bertahap, seperti hari ini dilakukan penyerahan di Kecamatan Undaan.

Ia menyebut, Kudus yang mendapat alsintan meliputi beberapa kecamatan, yakni Undaan, Jekulo, Kaliwungu, Bae, dan Mejobo. “Penyerahan bantuan ini sudah kami lakukan mulai Februari 2026, jadi ini kami up terus,” ujarnya.

Bupati Kudus menegaskan, penyaluran bantuan alsintan di Kudus akan dibagi secara merata di masing-masing daerah kepada kelompok tani (poktan) maupun gabungan kelompok tani (gapoktan). pihaknya mengimbau, agar para petani memanfaatkan bantuan alsintan dengan sebaik-baiknya serta memperkuat kerjasama antarpetani.

“Sehingga nanti tidak hanya petani jago, tetapi petani sekarang jadi bosnya di sektor pertanian,” terangnya.

Sementara itu, Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Sri Hartini menambahkan, bahwa bantuan alsintan yang diberikan oleh pemerintah menyesuaikan dengan kebutuhan wilayah pertanian masing-masing daerah.

“Misalnya Kecamatan Dawe butuhnya traktor roda 4, sedangkan Kecamatan Undaan perlu traktor rotavator. Semua disesuaikan dengan karakter wilayahnya,” ungkapnya.

Baca juga: Parkir Dandangan Kudus Jadi Sorotan, Wabup Bellinda Tegaskan Tarif Motor Maksimal Rp 5 Ribu

Ia menuturkan, pada penyaluran kali ini yang diberikan ke petani Kecamatan Undaan antara lain, traktor roda 4, traktor rotavator, dan drone untuk pemupukan. Menurutnya, bantuan tersebut merupakan lanjutan dari penyaluran sebelumnya yang telah dilakukan sejak Desember 2025 dan akan terus berlanjut secara bertahap.

“Tak hanya bantuan alsintan, nantinya juga ada pendampingan terhadap petani melalui peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL). Sehingga kebutuhan dan kendala yang dialami oleh petani di lapangan bisa didampingi oleh PPL,” terangnya.

Editor: Kholistiono

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER