31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Sidang Kekerasan Wartawan di Pati Berlanjut, Jaksa Putar Video Kejadian

BETANEWS.ID, PATI – Sidang lanjutan kasus dugaan kekerasan dan penghalangan terhadap wartawan yang terjadi di lingkungan DPRD Kabupaten Pati kembali disidangkan di Pengadilan Negeri (PN) Pati, pada Selasa (3/2/2026).

Dalam sidang kali ini, Jaksa Penuntut Umum (JPU) menghadirkan saksi dari pihak korban. Jaksa juga memutar video saat peristiwa terjadi.

Dalam persidangan, terungkap bahwa para terdakwa telah berada di dalam ruang sidang Panitia Khusus (Pansus) Hak Angket DPRD Pati dan ikut mengawal Torang Manurung sejak awal sebelum insiden penarikan dua wartawan terjadi pada 4 September 2025.

-Advertisement-

Hal tersebut disampaikan saksi Eko Kuswanto saat memberikan keterangan di hadapan majelis hakim. Saksi mengaku ikut meliput jalannya Pansus Hak Angket dan melihat langsung keberadaan para terdakwa di lokasi.

Baca juga: Kabag Hukum dan Kepala BPKAD Pati Diperiksa KPK Terkait Perkara Sudewo

“Saya lihat terdakwa ada di lokasi. Didik memakai topi warna merah, sedangkan Hernan memakai topi warna hitam. Mereka keluar mendampingi Torang Manurung saat WO dari Pansus Hak Angket,” ujar Eko di persidangan.

Menurut Eko, setelah Torang Manurung melakukan walk out (WO) dari ruang Pansus di lantai dua, sejumlah wartawan berusaha melakukan konfirmasi untuk kepentingan pemberitaan yang berimbang.

Namun, upaya tersebut justru berujung pada insiden penarikan terhadap dua wartawan, Umar dan Mutia.

“Saat di lobi DPRD, posisi Umar dan Mutia sudah di depan Torang Manurung. Justru di situ mereka ditarik. Tangan kedua korban dipegang oleh terdakwa Didik dan ditarik ke belakang. Mutia sampai terjatuh, sedangkan Umar tidak,” ujarnya.

Sementara itu, terkait terdakwa Hernan Quryanto alias Seman, Eko menyebut Hernan memegang tangan kanan Umar dengan dua tangan.

“Hernan hanya menarik Umar, tidak Mutia. Saya mengenal terdakwa dari tato yang dimilikinya,” tambah Eko.

Sementara, keterangan senada disampaikan saksi lainnya, Beni Dewa. Ia menyebut para wartawan saat itu hanya ingin meminta keterangan Torang Manurung terkait alasan WO dari Pansus.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER