BETANEWS.ID, JEPARA – Kondisi ruas Jalan Soekarno-Hatta, Jalan Raya Jepara-Kudus tepatnya yang berada di depan Pasar Tahunan Jepara kini banyak dipenuhi lubang.
Berdasarkan pantauan, terdapat empat titik lubang dengan ukuran kedalaman sekitar 5 sentimeter. Titik itu tersebar di ruas yang berada di jalur yang sama. Yaitu dari arah Jepara ke Kudus. Panjang jalan yang berlubang juga beragam.
Salah satu warga Desa Tahunan, Kecamatan Tahunan yang rumahnya berada tepat di depan lokasi jalan yang berlubang, Nina (39) bercerita akibat kondisi jalan itu banyak pengendara yang menjadi korban.
Baca juga: Pemkab Usulkan Bangun Ulang Jembatan Jalur Alternatif Demak-Jepara
“Paling banyak waktu malam minggu, (31/1) kemarin, sampai minggu dini hari itu ada lima yang jadi korban,” katanya saat ditemui di lokasi pada Selasa, (3/2/2026).
Ia melanjutkan, beruntungnya pengendara yang menjadi korban tidak mengalami luka parah. Namun, terdapat salah satu korban yang jatuh kemudian terseret.
Selain di hari Sabtu, jalan berlubang itu juga kembali menimbulkan korban sebanyak dua orang pada Senin (2/2) kemarin.
Nina mengatakan kondisi jalan mulai dipenuhi lubang sekitar bulan Januari. Pada saat hujan deras sering mengguyur wilayah Kabupaten Jepara.
“Mulai berlubang sekitar awal Januari kemarin, pas sering hujan deras,” ujarnya.
Nina melanjutkan, rata-rata pengendara yang menjadi korban bukan warga sekitar. Sehingga tidak memahami kondisi medan jalan yang banyak dipenuhi lubang. Pengendara yang menjadi korban juga beragam. Baik anak muda maupun dewasa.
“Biasanya paling banyak (korban) waktu malam, pas turun hujan deras. Jalannya kan ketutup air. Dan biasanya korbannya itu yang ngga tau medan arah sini. Kalau warga sini paham, bisa antisipasi, kalau warga luar kan ngga tau,” ungkapnya.
Kondisi itu, menurut Nina diperparah dengan minimnya penerangan jalan di sekitar ruas jalan tersebut.
Baca juga: Rencana Pembangunan Pelabuhan Niaga di Jepara Bakal Dipaparkan ke Pemerintah Pusat
“(Kondisinya) gelap, karena ngga ada lampu penerangan. Seharusnya dikasih lampu di tiap pal atau tiang listrik. Soalnya sini kurang penerangan,” harapnya.
Sementara itu, salah satu tukang parkir di Pasar Tahunan Jepara yang enggan disebutkan namanya mengatakan, ruas jalan itu setiap tahun memang sering berlubang terutama saat sedang terjadi musim hujan.
Ia berharap, perbaikan jalan tidak hanya menggunakan aspal. Namun dibeton agar tidak mengalami kerusakan setiap tahun.
“Tiap tahun kalau hujan kayak gini (berlubang), tapi tahun ini lubangnya makin parah, lubangnya makin banyak. Kalau bisa sih dibeton, terus baru atasnya diaspal. Ngga cuma di aspal terus,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

