BETANEWS.ID, KUDUS – Keterbatasan anggaran yang diterima Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kudus berpotensi berdampak pada kesejahteraan atlet. Bonus atlet yang berlaga di Porprov Jawa Tengah 2026 terancam tidak bisa dicairkan pada tahun yang sama.
Ketua KONI Kudus, Sulistyanto, mengungkapkan bahwa pihaknya sebelumnya mengusulkan anggaran sebesar Rp 15 miliar. Usulan tersebut disusun berdasarkan kebutuhan pembinaan cabang olahraga serta perhitungan bonus atlet Porprov.
Namun, setelah melalui proses verifikasi, anggaran yang direalisasikan untuk KONI Kudus pada tahun ini hanya sebesar Rp 7,5 miliar atau sekitar separuh dari usulan awal.
Baca juga: Dapat Anggaran Rp7,5 M, KONI Kudus Target Lima Besar di Porprov Jateng 2026
“Dengan anggaran Rp 7,5 miliar ini, kondisinya sangat pas-pasan. Padahal tahun ini kami sudah masuk tahapan serius persiapan Porprov,” kata Sulis
Ia menyebutkan, keterbatasan anggaran membuat KONI Kudus harus melakukan efisiensi di berbagai sektor. Penyaluran dana ke pengurus cabang olahraga pun harus dilakukan secara selektif.
Dampak paling signifikan dari kondisi tersebut adalah tertundanya pencairan bonus atlet Porprov. Bonus yang menjadi hak atlet peraih medali tidak dapat direalisasikan pada tahun 2026.
“Bonus atlet tidak bisa cair di tahun yang sama. Kemungkinan baru bisa direalisasikan pada 2027,” ungkapnya.
Baca juga: Sepanjang 2025, Sebanyak 34 Usaha di Kudus ‘Akali’ Pajak
Sulis mengakui, kondisi ini menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga motivasi atlet. Meski demikian, ia berharap para atlet tetap fokus berlatih dan berprestasi demi mengharumkan nama Kudus.
“Kami tetap berupaya maksimal dengan anggaran yang ada. Harapannya, atlet tetap semangat dan pemerintah ke depan bisa memberi dukungan lebih,” imbuhnya.
Editor: Suwoko

