BETANEWS.ID, KUDUS – Badan Gizi Nasional (BGN) memberhentikan sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Purwosari 1, Kabupaten Kudus. Langkah ini diambil menyusul kasus ratusan siswa SMA Negeri 2 Kudus yang diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Diketahui, distribusi MBG di SMA 2 Kudus selama ini disuplai oleh SPPG Purwosari 1. Pemberhentian operasional dilakukan pada hari yang sama dengan kejadian dugaan keracunan massal, yakni Kamis (29/1/2026), saat ratusan siswa harus mendapatkan perawatan medis di rumah sakit maupun menjalani observasi.
Keputusan tersebut tertuang dalam Surat BGN Nomor 229/D.TWS/01/2026 tentang pemberhentian sementara operasional SPPG Purwosari 1 Kudus. Dalam surat itu, BGN menyampaikan adanya dua dasar pertimbangan utama.
Baca juga: Diduga Keracunan MBG, Puluhan Siswa SMAN 2 Kudus Dilarikan ke Rumah Sakit
Pertama, adanya laporan khusus dari Kepala SPPG Purwosari 1 tertanggal 29 Januari 2026 mengenai Dugaan Kejadian Menonjol (KM) berupa gangguan pencernaan yang dialami penerima manfaat setelah mengonsumsi MBG.
Kedua, pertimbangan pimpinan BGN terkait terjadinya Kejadian Menonjol gangguan pencernaan pada penerima manfaat program MBG yang dinilai memerlukan penanganan serius dan menyeluruh.
BGN menegaskan, pemberhentian sementara operasional SPPG Purwosari 1 akan berlaku hingga hasil pemeriksaan laboratorium dari Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) keluar dan dinyatakan memenuhi ketentuan.
Langkah ini mengacu pada Surat Edaran Kepala BGN Nomor 4 Tahun 2025 tertanggal 29 September 2025 tentang Percepatan Pengelolaan Keamanan Pangan pada SPPG, sebagai upaya memastikan keamanan dan keselamatan penerima manfaat program MBG.
Dihubungi terpisah, kepala sekolah SMA 2 Kudus Nur Afifuddin menyampaikan, sejak kejadian ratusan siswa keracuanan tak ada distribusi MBG ke sekolahnya. Pasalnya, para siswa masih trauma.
“Sejak Kamis sudah tak ada distribusi MBG ke SMA 2 Kudus. Para siswa masih trauma,” ujar Afif melalui sambungan telepon belum lama ini.
Sementara itu, Kepala SPPG Purwosari Kudus, Nasihul Umam, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka atas insiden tersebut. Ia menyebut menu yang dikonsumsi siswa saat kejadian adalah soto ayam suwir dengan topping tempe.
Baca juga: 221 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, Begini Tanggapan Bupati Sam’ani
Nasihul menegaskan pihaknya bertanggung jawab penuh atas biaya pengobatan para korban, baik yang menjalani rawat jalan maupun yang dirujuk ke Unit Gawat Darurat (UGD).
“Kami sudah meminta maaf dan berkomitmen bertanggung jawab. Untuk yang sakit diare kami sediakan obat, dan untuk yang sampai dirujuk ke rumah sakit, kami akan mengganti seluruh biaya pengobatannya,” kata Nasihul belum lama ini.
Data dari Dinas Kesehatan, total ada 600 siswa SMA 2 Kudus yang diduga keracunan MBG. Dari total tersebut ada 121 yang dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan.
Mayoritas mereka sudah sehat dan sudah diperbolehkan pulang. Hingga saat ini, masih ada dua siswa yang dirawat, satu di Rumah Sakit Mardi Rahayu dan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Loekmono Hadi.
Editor: Suwoko

