BETANEWS.ID, KUDUS – Puluhan mobil ambulans hilir mudik dari SMAN 2 Kudus menuju sejumlah rumah sakit di Kota Kretek, Kamis (29/1/2026). Suara sirine meraung-raung mengiringi proses evakuasi siswa yang diduga mengalami keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG).
Para siswa yang mengalami keluhan kesehatan langsung dilarikan ke sejumlah fasilitas kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis. Mereka dirujuk ke beberapa rumah sakit, di antaranya RSUD dr. Loekmono Hadi, RS Sarkies, RS Mardi Rahayu, RSI Sunan Kudus, serta RS Kumala Siwi.
Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kudus, Mustiko Wibowo, membenarkan adanya dugaan keracunan MBG yang dialami para siswa SMAN 2 Kudus. Ia menyebutkan bahwa sebagian korban masih menjalani observasi, sementara lainnya dirujuk ke rumah sakit.
Baca juga: Sambangi Kementerian UMKM, Wabup Bellinda Kenalkan Produk Lokal
“Iya, diduga keracunan MBG yang dimakan kemarin. Korban masih dalam observasi, ada yang dirawat di sini dan ada juga yang kita rujuk ke beberapa rumah sakit,” ujar Mustiko di lokasi, Kamis (29/1/2026).
Mustiko menjelaskan, pihaknya langsung melakukan koordinasi cepat dengan berbagai rumah sakit serta menyiagakan ambulans sejak pagi hari. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan secepat mungkin.
“Ambulans sudah standby sejak pagi. Kita koordinasi cepat dengan seluruh rumah sakit agar penanganan bisa dilakukan maksimal,” katanya.
Ia mengungkapkan, para siswa mengalami beragam keluhan kesehatan. Gejala yang muncul antara lain pusing, mual, muntah, diare, hingga sesak napas, bahkan ada yang sempat pingsan di lingkungan sekolah.
“Keluhannya beragam, ada yang pusing, muntah, diare, ada juga yang merasa sesak. Bahkan ada satu dua siswa yang sempat pingsan,” ungkap Mustiko.
Ia menambahkan, sebagian siswa sebenarnya sudah mulai merasakan keluhan sejak malam sebelumnya di rumah masing-masing. Namun, mereka tetap masuk sekolah hingga akhirnya kondisi memburuk dan memerlukan penanganan medis.
“Keluhan sudah mulai dirasakan sejak tadi malam. Tapi karena masih masuk sekolah, akhirnya di sini kondisinya menurun dan langsung kita evakuasi,” jelasnya.
Baca juga: Pendapatan Pajak 2026 Ditarget Rp335,6 M, Begini Jurus Pemkab Kudus Merealisasikannya
Hingga siang hari, Dinkes Kudus mencatat sedikitnya sekitar 20 unit ambulans dikerahkan untuk menangani kejadian tersebut. Proses observasi dan pendataan jumlah korban masih terus berlangsung.
“Kurang lebih ada sekitar 20 ambulans yang dikerahkan. Pendataan masih berjalan dan kita fokuskan dulu pada penanganan kesehatan siswa,” imbuhnya.
Data sementara yang dihimpun Betanews.id, ada 55 korban yang diduga keracunan MBG. Jumlah korban berpotensi bertambah, karena saat ini masih ada siswa yang dalam observasi dan dibawa ke rumah sakit.
Editor: Suwoko

