BETANEWS.ID, KUDUS – Sejumlah titik di ruas Jalan Kudus–Purwodadi mengalami kerusakan parah pasca bencana banjir pekan lalu. Kondisi ini dikhawatirkan membahayakan pengguna jalan dan memicu kecelakaan.
Genangan air yang merendam jalan, terutama di Desa Tanjungkarang dan Jetiskapuan, meninggalkan dampak serius. Meski banjir mulai surut, kerusakan baru bermunculan di berbagai titik, di antaranya Desa Jetiskapuan, Kecamatan Jati, serta Desa Ngemplak, Kecamatan Undaan.
Baca Juga: KPK Tetapkan Bupati Sudewo dan 3 Kades Tersangka Pemerasan Jual Beli Jabatan Perades
Warga mengaku resah. Noor Rohmad, salah seorang pengguna jalan, menuturkan kerusakan tersebut mengganggu aktivitas harian.
“Jelas sangat terganggu ketika melewati ruas jalan ini, sebab ini akses utama. Ada jalan alternatif, tapi lebih jauh,” ujarnya, Rabu (21/1/2026).
Ia mendesak pemerintah segera turun tangan. Menurutnya, jika dibiarkan, kerusakan bisa berakibat fatal, terutama saat jam sibuk berangkat dan pulang kerja.
“Semoga saja jalan segera diperbaiki,” tambahnya.
Sementara itu, Parjo, Petugas Fungsional Teknik Jalan dan Jembatan BPJ Wilayah Pati DPU Bina Marga dan Cipta Karya Provinsi Jateng, menyampaikan pihaknya sudah melakukan penanganan darurat berupa penambalan.
“Kalau cuaca sudah membaik, baru akan dilakukan perbaikan permanen. Saat ini penanganan darurat yang bisa kami lakukan,” jelasnya melalui sambungan telepon.
Parjo menambahkan, pihaknya telah mendata titik kerusakan di jalur Kudus–Purwodadi, meski belum ada rincian jumlah pasti.
“Kerusakan sangat fluktuatif, sekitar puluhan titik,” ungkapnya.
Baca Juga: Bupati Sam’ani Buka Kudus Expo Perguruan Tinggi XI, Ribuan Siswa Berburu Kampus Impian
Ia mengimbau pengguna jalan tetap berhati-hati.
“Ruas Kudus–Purwodadi rawan genangan, otomatis jalan licin dan mudah rusak. Harapan kami, pengendara selalu waspada,” tutupnya.
Editor: Haikal Rosyada

