Musim Panen, Harga Padi di Kudus Tingkat Petani Capai Rp7.000 Per Kilogram

BETANEWS.ID, KUDUS – Musim panen padi di Kabupaten Kudus mulai berlangsung sejak sepekan terakhir. Di Desa Kalirejo, Kecamatan Undaan, sekitar 50 persen lahan sawah sudah dipanen.

Darwanto, salah satu petani setempat, mengungkapkan panen dilakukan menggunakan mesin combine harvester di lahan seluas 3.000 meter persegi yang ditanami padi jenis ketan.

Baca Juga: Pemkab Kudus Usulkan 4 Kolam Retensi ke Pemerintah Pusat

-Advertisement-

Meski cuaca ekstrem sempat melanda, harga padi di tingkat petani masih terbilang tinggi: Rp7.000 per kilogram untuk padi biasa dan Rp8.000 per kilogram untuk padi ketan.

“Harga ini memang turun dari empat hari lalu yang sempat mencapai Rp9.000 per kilogram. Tapi tetap lebih tinggi dibanding HPP gabah kering panen pemerintah yang Rp6.500 per kilogram,” jelasnya, Jumat (16/1/2026).

Darwanto bersyukur masih bisa panen di tengah kondisi banjir yang melanda sejumlah daerah lain.

Dari lahan setengah bau itu, ia mampu menghasilkan sekitar 3 ton padi dengan nilai kotor Rp23–25 juta. Setelah dikurangi biaya produksi, keuntungan bersih yang didapat mencapai Rp17–18 juta.

Meski begitu, ia sempat mengeluarkan biaya tambahan akibat angin kencang yang merobohkan tanaman, sehingga harus memanggil pekerja untuk mengikat batang padi.

Baca Juga: Tinjau Bencana Kudus, Kepala BNPB Sampaikan Pesan Presiden kepada Warga

Untungnya, ketersediaan pupuk dan obat-obatan kali ini lancar, tidak seperti periode sebelumnya yang sempat mengalami kelangkaan.

“Harapannya ke depan tetap seperti ini, hasil panen bagus, harga tinggi, dan petani makin makmur,” imbuhnya.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER