BETANEWS.ID, KUDUS – Sebagian warga Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati menganggap adanya kolam retensi tak berpengaruh terhadap bencana banjir. Sebab saat ini mereka masih kebanjiran dengan ketinggian air hingga satu meter.
Namun angggapan tersebut disanggah oleh Kepala Desa (Kades) Desa Jati Wetan, Agus Susanto. Menurut Susanto keberadaan kolam retensi cukup maksimal sebagai pengendali banjir.
Baca Juga: Tampung Air Banjir di Wilayah Kudus, Kolam Retensi Sudah Beroperasi 5 Hari NonstopÂ
“Hal itu terbukti di tahun lalu tak ada banjir. Kalau banjir sekarang ini lebih disebabkan cuaca yang sangat ekstrem,” ujar Susanto di Balai Desa Jati Wetan, Kamis (15/1/2025).
Lebih lanjut Susanto menuturkan, bahwa banjir di desanya terutama di Dukuh Gendok, Barisan, Tanggulangin dan Kaligawe itu terjadi sejak lima hari lalu. Dengan ketinggian air hingga satu meter.
“Jika tidak ada kolam retensi, maka desa kami bisa kebanjiran lebih lama lagi. Dengan curah hujan seperti ini, Ketinggian air bisa sampai dua meter lebih. Untungnya tahun ini sudah ada kolam retensi,” bebernya.
Dia mengungkapkan, saat ini total ada kurang lebih 2.500 warga Desa Jati Wetan yang terdampak banjir. Dengan ketinggian banjir antara 40 sentimeter hingga satu meter.
Pihaknya juga sudah menyediakan posko pengungsian sejak kemarin Rabu (14/1/2025). Posko pengungsian berada di Balai Desa Jati Wetan.
“Saat ini sudah ada warga yang mengungsi. Jumlah pengungsi kurang lebih 131 jiwa, termasuk anak-anak,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa logistik bantuan untuk para korban banjir di Desa Jati Wetan aman dan mencukupi. Selain itu, pihaknya juga dibantu oleh Puskesmas Kecamatan Jati untuk pemeriksaan kesehatan korban banjir.
“Logistik makan bagi warga terdampak banjir insyallah aman. Begitu juga kesehatan mereka, tim kesehatan akan lakukan pengecekan berkala,” imbuhnya.
Baca Juga: Kudus Masih Dikepung Bencana, Puluhan Ribu Jiwa Terdampak
Wartawan Betanews.id juga berkesempatan melihat sistem pengendali banjir di kolam retensi bekerja. Dua pintu pembuangan air dibuka ke Sungai Wulan.
Selain itu lima unit pompa polder juga menyala semua. Berada di kolam retensi kurang lebih sejam, terlihat air surut sekira 10 centimeter.
Editor: Haikal Rosyada

