31 C
Kudus
Rabu, Februari 11, 2026

Tampung Air Banjir di Wilayah Kudus, Kolam Retensi Sudah Beroperasi 5 Hari Nonstop 

BETANEWS.ID, KUDUS – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus dalam beberapa hari terakhir disebabkan oleh intensitas hujan yang terjadi secara berturut-turut serta limpasan aliran air dari Sungai Dawe dan Sungai Piji. Limpasan tersebut membuat aliran air yang semula bergerak dari timur ke barat kembali mengarah ke wilayah perkotaan Kudus.

Untuk mengurangi genangan, kolam retensi yang berada di Desa Jati Wetan, Kecamatan Jati, saat ini memompa seluruh air banjir dari berbagai wilayah Kudus, termasuk Desa Tanjungkarang. Pompa di kolam retensi tersebut telah beroperasi secara nonstop selama lima hari terakhir.

Baca Juga: Kudus Masih Dikepung Bencana, Puluhan Ribu Jiwa Terdampak

-Advertisement-

Direksi Lapangan Sungai Pantai pada Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juwana, Nisar Suci Raharjo menjelaskan, pintu aliran air di wilayah Desa Tanjungkarang telah dibuka ke kolam retensi, pada Rabu (14/1/2026) per pukul 15.00 WIB. Hal itu dilakukan secara bertahap untuk mengurai banjir yang menggenangi Desa Tanjungkarang, utamanya akses Jalan Kudus-Purwodadi yang kian tinggi.

“Jika ketinggian air di Sungai Wulan sudah mencapai satu meter, maka aliran akan dialihkan secara bergantian ke arah Tanggulangin. Karena elevasi Wulan paling rendah, sekaligus untuk membuang eceng gondok yang cukup banyak,” ujarnya melalui sambungan telepon, Rabu (14/1/2026) sore.

Saat ini, kolam retensi Jati Wetan mengoperasikan total lima unit pompa, terdiri dari tiga unit pompa berkapasitas 1,5 meter kubik per detik dan dua unit pompa berkapasitas 0,5 meter kubik per detik. Dengan demikian, total kapasitas pemompaan mencapai 5,5 meter kubik per detik.

“Dalam satu jam, pompa bisa bekerja mengurangi debit air sekitar 1.980 m³/detik. Saat ini semua banjir di wilayah Kudus masuk ke dalam kolam retensi,” ungkapnya.

Nisar menyebut, area pompa dan kolam retensi tersebut awalnya memang didesain untuk menangani banjir di wilayah perkotaan Kudus, terutama di Kecamatan Jati. Hingga saat ini, kapasitas kolam retensi masih mampu menampung air banjir yang masuk.

“Fungsi kolam retensi ini cukup signifikan. Kalau sebelumnya durasi banjir bisa sampai satu bulan, sekarang bisa berkurang menjadi sekitar satu minggu,” jelasnya.

Meski demikian, proses pengendalian banjir masih menghadapi kendala utama berupa sampah, terutama sampah pertanian seperti tanaman kangkung, sisa padi, dan eceng gondok yang terbawa arus dan masuk ke kolam retensi.

Baca juga: Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana

“Semua ketarik ke kolam, sehingga harus dibersihkan secara rutin setiap dua jam sekali. Kalau tidak dibersihkan, beda tinggi muka air dengan pintu kolam bisa sampai satu meter,” jelasnya.

BBWS Pemali Juwana terus melakukan pembersihan sampah dan pengaturan aliran air secara bergantian untuk mempercepat surutnya genangan banjir di wilayah terdampak di Kabupaten Kudus.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER