31 C
Kudus
Sabtu, Februari 14, 2026

Banjir Karangrowo Tahun Ini Disebut Terparah dalam Lima Tahun Terakhir

BETANEWS.ID, KUDUS – Warga Desa Karangrowo, Kecamatan Undaan, Kabupaten Kudus menyebut banjir yang terjadi tahun ini sebagai yang terparah dalam lima tahun terakhir. Banjir merendam sekitar 800 rumah warga, khususnya di Dukuh Krajan, dengan ketinggian air mencapai 125 centimeter di titik terdalam.

Salah satu warga Dukuh Krajan RT 5 RW 2, Kunarti (55), mengungkapkan kondisi rumahnya saat ini dalam keadaan darurat. Air dilaporkan telah masuk ke dalam rumah hingga setinggi satu meter.

Baca Juga: Tampung Air Banjir di Wilayah Kudus, Kolam Retensi Sudah Beroperasi 5 Hari Nonstop 

-Advertisement-

Menurutnya, banjir yang terjadi tahun ini jauh lebih parah dibandingkan banjir pada 2023 lalu. Padahal, ia mengaku telah meninggikan lantai rumah agar terhindar dari banjir, namun upaya tersebut tidak mampu menahan tingginya genangan air.

“Banjir kali ini lebih parah dibandingkan sebelumnya. Rumah sudah saya uruk setinggi selutut, tapi ranjang masih terendam air. Tahun-tahun sebelumnya tidak sebesar ini,” ujarnya saat ditemui di Posko Pengungsian Balai Desa Karangrowo, Kamis (15/1/2026).

Kunarti menuturkan, air mulai masuk ke rumahnya dengan cepat pada Selasa (13/1/2026) sore, sehingga ia terpaksa dievakuasi oleh petugas dan relawan. Saat pertama meninggalkan rumah, ketinggian air di dalam rumah mencapai sekitar 50 centimeter.

“Sekarang air semakin tinggi sampai satu meter. Padahal Selasa pagi air belum terlalu tinggi, tapi sekitar pukul 15.00 WIB naik sangat cepat,” jelasnya.

Ia mengaku hampir setiap musim hujan rumahnya terdampak banjir. Oleh karena itu, Kunarti berharap pemerintah segera melakukan perbaikan saluran drainase yang selama ini dinilai tidak berfungsi optimal.

Selama tiga hari mengungsi di posko bencana, Kunarti mengaku tetap memikirkan kondisi rumahnya. Meski demikian, kebutuhan dasar pengungsi telah terpenuhi, termasuk makanan dan layanan kesehatan melalui posko medis yang disiagakan bagi warga terdampak.

“Saya memilih mengungsi di sini karena dekat dengan rumah, jadi bisa sewaktu-waktu memantau kondisi rumah,” terangnya.

Hal senada disampaikan warga lainnya, Wiwik Alfiah, yang memilih bertahan di rumah meski dikelilingi genangan air. Ia mengaku lebih nyaman tinggal di rumah dibandingkan harus mengungsi ke tempat lain.

“Saat ini air sudah masuk ke rumah hingga di atas mata kaki. Banjir kali ini lebih parah dibandingkan tahun 2023 dan 2024. Tahun 2024 lalu air hanya masuk di bawah mata kaki, sekarang lebih tinggi,” katanya.

Sementara itu, Kepala Desa Karangrowo, Heri Darwanto, menyampaikan bahwa sekitar 1.000 warga telah mengungsi akibat banjir, baik ke Gedung DPRD Kabupaten Kudus maupun ke Balai Desa Karangrowo. Selain itu, lebih dari 2.000 warga dilaporkan terdampak, mayoritas berasal dari Dukuh Krajan.

“Banjir disebabkan curah hujan dengan intensitas cukup tinggi sehingga limpasan air dari lereng Muria mengalir ke wilayah hulu. Saat ini ketinggian banjir di Dukuh Krajan berkisar antara 50 hingga 125 centimeter,” ungkapnya.

Baca Juga: Kudus Masih Dikepung Bencana, Puluhan Ribu Jiwa Terdampak

Secara keseluruhan, lanjut Heri, terdapat sekitar 800 rumah warga yang terdampak banjir. Dari jumlah tersebut, sekitar 50 persen rumah tergenang air hingga masuk ke dalam bangunan dengan ketinggian bervariasi antara 50 hingga 125 centimeter.

Ia menegaskan, banjir tahun ini merupakan yang paling parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Saat ini, pemerintah desa bersama pihak terkait terus melakukan penanganan, termasuk memastikan ketersediaan logistik bagi warga terdampak tetap aman.

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER