BETANEWS.ID, JEPARA – Rute penyebrangan kapal dari Jepara-Karimunjawa maupun sebaliknya sudah satu minggu dihentikan akibat cuaca buruk.
Kepala Seksi Kepelabuhanan pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Luthfi Fuadi menjelaskan kapal penyebrangan terakhir berangkat pada Jumat, (9/1/2026) lalu dari Karimunjawa-Jepara.
Baca Juga: 2.967 Warga Jepara Terdampak Banjir, Pemkab Geser Dapur Umum dari Utara ke Selatan
Sedangkan untuk kapal dari Jepara-Karimunjawa pada Jumat, (9/1/2026) sudah dihentikan seluruhnya, baik untuk KMP Siginjai maupun KMC Express Bahari.
“Iya, ini sudah satu minggu kapal penyebrangan Karimunjawa-Jepara off (dihentikan),” katanya saat ditemui di Kantor Pelabuhan Penyebrangan Jepara, Kamis (15/1/2026).
Luthfi melanjutkan rute penyebrangan itu dihentikan karena keadaan tinggi gelombang di Perairan Karimunjawa bagian barat dan timur serta Perairan Jepara sejak Jumat, (9/1/2026) lalu masuk kategori sedang. Dengan ketinggian 1,25 – 2,5 meter.
“Dari prakiraan BMKG, peta laut di Karimunjawa dan Jepara sampai saat ini juga masih kuning, artinya tinggi gelombang diperkirakan bisa mencapai 2,5 meter sehingga tidak memungkinkan dilakukan pelayaran,” jelasnya.
Kondisi tersebut, sesuai prakiraan dari BMKG menurutnya masih akan berlangsung hingga Minggu, (18/1/2026) mendatang.
Sehingga, kapal penyebrangan dari Jepara-Karimunjawa maupun sebaliknya masih akan dihentikan hingga hari Minggu.
“Untuk kapal off sampai hari Minggu. Senin, (19/1/2026) kita belum tau, kalau (kondisi cuaca) sudah membaik, Senin bisa diberangkatkan,” ujarnya.
Baca Juga: Penyebrangan Kapal Dihentikan, Ratusan Warga Karimunjawa Terjebak di Jepara
Dengan kondisi cuaca yang seperti ini, Luthfi mengatakan rute penyebrangan Jepara-Karimunjawa hanya bisa dilayani menggunakan kapal Pelni yang diberangkatkan dari Pelabuhan Tanjung Emas Semarang.
“Lewat udara sebenarnya juga bisa, tapi dengan kondisi angin yang cukup kencang seperti sekarang, pesawat sepertinya juga tidak berani,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

