BETANEWS.ID, JEPARA – Tenda darurat beratap terpal dengan aneka warna tampak berdiri di area jalan dekat bantaran Sungai SWD Pecangaan. Tenda itu didirikan oleh Warga Desa Gerdu RT 2 RW 1, Kecamatan Pecangaan, Kabupaten Jepara yang rumahnya terendam banjir.
Berdasarkan pantauan Betanews.id, terdapat lima tenda yang didirikan warga. Tenda itu terbuat dari tiang bambu, namun cukup kokoh saat diterjang angin dan hujan deras.
Baca Juga: 2.967 Warga Jepara Terdampak Banjir, Pemkab Geser Dapur Umum dari Utara ke Selatan
Tenda itu sengaja didirikan warga sebagai tempat mengungsi serta mengamankan barang berharga milik mereka. Terdapat beberapa barang perabotan seperti almari, kasur, peralatan memasak serta kendaraan bermotor yang turun diamankan di dalam tenda.
Tidak hanya itu, warga juga turut membawa serta hewan ternak mereka berupa kambing dan bebek untuk diamankan di dalam tenda.
Sapawi (60), Warga Desa Gerdu RT 2 RW 1 bercerita meskipun harus menahan dingin karena tidur di dalam tenda, ia memilih bertahan karena anak-anaknya enggak untuk diajak mengungsi. Selain itu, dengan bertahan di dalam tenda ia mengaku lebih mudah untuk mengontrol keadaan rumahnya yang teredam banjir.
“Anak-Anak mboten purun (tidak mau) diajak ngungsi. Kalau ada apa-apa dirumah lebih enak, kalau ngungsi kan susah,” katanya saat ditemui di Desa Gerdu, Rabu (14/1/2026).
Disamping tenda yang ia gunakan beristirahat bersama anak dan istrinya, Sapawi juga mendirikan tenda berisi puluhan bebek miliknya.
Hal serupa juga dilakukan oleh Sopiyah (60). Ia yang hanya tinggal dengan suaminya memilih bertahan dan tidur di dalam tenda sembari menjaga tiga ekor kambing miliknya.
“Daripada jauh-jauh enak disini, sambil jaga kambing. Soale udah sering banjir, kalau banjir ya memang bikin tenda,” kata Sopiyah.
Sementara itu, salah satu warga lain, Soleh (55) bercerita banjir mulai masuk ke rumah warga pada Senin, (12/1/2026) pagi. Saat itu ketinggian air baru mencapai mata kaki atau sekitar 30 cm.
Kini, setelah dua hari ketinggian air justru mengalami kenaikan sekitar 50 cm di dalam rumah.
“Kalau diluar ya satu meter ada, kalau di dalam rumah sekitar setengah meter (50 cm),” ungkapnya.
Baca Juga: Penyebrangan Kapal Dihentikan, Ratusan Warga Karimunjawa Terjebak di Jepara
Berdasarkan data dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinaospermades) Kabupaten Jepara, terdapat 525 warga di Desa Gerdu yang terdampak banjir.
Untuk mencukupi kebutuhan logistik, saat ini sudah didirikan dapur umum di Kantor Kecamatan Kalinyamatan yang mensuplai kebutuhan makan warga selama kondisi banjir.
Editor: Haikal Rosyada

