BETANEWS.ID, JEPARA – Tingginya intensitas hujan yang terjadi di Kabupaten Jepara selama beberapa hari terakhir mulai menyebabkan terjadinya banjir di beberapa titik.
Berdasarkan data Dari Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat (Dinsospermades) Kabupaten Jepara, pada Rabu (13/1/2026) total terdapat enam desa yang saat ini terendam banjir.
Baca juga: Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana
Yaitu Desa Gerdu dan Kaliombo Kecamatan Pecangaan, Desa Batukali Kecamatan Kalinyamatan, Desa Sowan Kidul Kecamatan Kedung, serta Desa Welahan dan Ketilengsingole Kecamatan Welahan.
Kepala Bidang Rehabilitasi, Perlindungan dan Jaminan Sosial (RPJS) pada Dinsospermades Kabupaten Jepara, Iman Bagus menyebutkan total terdapat 2.967 warga di enam desa yang saat ini terdampak banjir.
Untuk mensuplai kebutuhan logistik di enam desa itu, Iman mengatakan saat ini sudah ada dua dapur umum yang didirikan.
“Desa terdampak berdasarkan laporan terbaru ada enam. Saat ini sudah ada dua dapur umum yang kita didirikan,” kata Iman melalui pesan tertulis pada Betanews.id, Rabu (13/1/2026).
Satu dapur dari Dinsospermades dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Kantor Kecamatan Kalinyamatan.
Dapur umum itu sebelumnya didirikan di Posko Destana Desa Damarwulan, Kecamatan Keling untuk mensuplai kebutuhan warga dan relawan di daerah utara. Yaitu Desa Tempur, Kecamatan Keling yang mengalami tanah longsor dan Desa Sumberejo, Kecamatan Donorojo yang mengalami banjir.
Karena saat ini kondisi di daerah Jepara Utara mulai membaik, Iman mengatakan dapur umum itu kemudian digeser untuk mensuplai kebutuhan makanan warga di Jepara bagian selatan.
“Utk Tempur warga sudah bisa mengakses ke bawah karena jalan sudah bisa dilalui dan tidak ada warga yang terdampak untuk dicukupi asupan makanannya. Karena tingkat kebutuhan dinilai untuk warga Tempur sudah dikatakan aman, karena tinggal penataan jalannya,” jelasnya.
Dapur umum di Kantor Kecamatan Kalinyamatan, Iman mengatakan digunakan untuk mensuplai kebutuhan makan di empat desa. Yaitu Desa Gerdu, Batu Kali, Sowan Kidul, dan Kaliombo.
“Untuk yang di Desa Welahan dan Ketilengsingole disuplai dari dapur mandiri yang ada di Desa Welahan,” tambahnya.
Baca juga: Bikin Haru, Warga Kesambi Kudus ini Gelar Pernikahan di Tengah Banjir
Selama kondisi banjir belum surut, dapur umum akan mensuplai kebutuhan makanan warga selama tiga kali sehari.
“Kapasitasnya sekali masak sesuai data. Di Kantor Kecamatan Kalinyamatan untuk 2.337 porsi dan di Desa Welahan 630 porsi,” pungkasnya.
Editor: Haikal Rosyada

