Penyebrangan Kapal Dihentikan, Ratusan Warga Karimunjawa Terjebak di Jepara 

BETANEWS.ID, JEPARA – Rute penyebrangan kapal dari Pelabuhan Penyebrangan Kartini Jepara menuju Pulau Karimunjawa saat ini dihentikan akibat cuaca buruk yang terjadi sejak beberapa hari terakhir. 

Imbasnya terdapat ratusan warga Kecamatan Karimunjawa yang saat ini masih tertahan di area Jepara. 

Baca juga: Longsor Menawan Makan Korban, Bupati Kudus Turun ke Lokasi Bencana

-Advertisement-

Camat Karimunjawa, Nuril Abdillah menyebutkan terdapat 116 warganya yang saat ini belum bisa pulang. Rinciannya, warga Desa Karimunjawa sebanyak 96 orang, warga Desa Kemujan sebanyak 20 orang. Mereka sudah tertahan selama lima hari. 

“Total ada 116 warga Karimunjawa yang masih tertahan di Jepara sampai saat ini. Karena semua penyeberangan off. Baik kapal Express maupun Siginjai,” katanya melalui sambungan telepon, Rabu (13/1/2026). 

Nuril melanjutkan, warga Kecamatan Karimunjawa yang masih tertahan saat ini rata-rata menginap di tempat saudara atau teman. 

Dari 116 warga, sebanyak 61 orang sudah mendapat bantuan dari Badan Amil Zakat (Baznas) Jepara dan sisanya belum. 

Ia sendiri tidak bisa memastikan kapan pelayaran akan dibuka. Sebab sampai saat ini, dari pihak Syahbandar belum mengeluarkan ijin pelayaran. 

“(Kemungkinan) Kapal akan beroperasi Sabtu atau Minggu ini, semoga cuaca mendukung,” ujarnya. 

Terpisah, Kabid Angkutan Laut pada Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Jepara, Nur Sahid mengatakan sejak tanggal 9 Januari lalu seluruh jadwal pelayaran sudah dihentikan total. Pihaknya pun juga belum dapat memastikan kapan rute penyebrangan akan kembali dibuka. 

“Semuanya off total. Kapal Express Bahari dan Siginjai,” kata Nur Sahid. 

Nur Sahid melanjutkan kondisi cuaca di perairan Jepara dan Karimunjawa saat ini masih dalam kondisi buruk. Kecepatan angin mencapai 25 knots dengan ketinggian gelombang 1,25 – 2,5 meter. 

Pihaknya memprediksi, kondisi baratan ini akan berlangsung hingga Februari atau bulan depan. 

“Tapi kelihatannya ini puncak-puncaknya (baratan). Karena di darat sendiri sudah semingguan hujan angin terus,” jelasnya. 

Baca juga: Bikin Haru, Warga Kesambi Kudus ini Gelar Pernikahan di Tengah Banjir

Untuk sementara ini, wilayah Karimunjawa hanya bisa diakses oleh kapal-kapal besar. Seperti Kapal Pelni dari Semarang yang beberapa hari lalu mengangkut wisatawan dari Karimunjawa.

“Kapal Pelni itu berani. Tapi kalau seperti Kapal Express atau Siginjai, tidak berani. Syahbandar juga enggak mengizinkan,” pungkasnya. 

Editor: Haikal Rosyada

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

TERPOPULER