BETANEWS.ID, JEPARA – Hujan deras yang mengguyur hampir seluruh wilayah di Kabupaten Jepara sejak beberapa hari menyebabkan ribuan hektare lahan pertanian terendam banjir.
Rata-rata bibit tanaman padi yang ditanam di ribuan hektare lahan pertanian yang terendam itu baru berusia satu bulan di Masa Tanam (MT) ke-1.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Jepara, Mundhofir mengatakan data lahan pertanian yang terdampak banjir, saat ini terus mengalami perubahan.
Baca juga: Terisolir Akibat Longsor, Pemkab Jepara Upayakan Jalur Alternatif Menuju Desa Tempur
Mengingat kondisi cuaca yang masih cukup ekstrem, dimana hujan dengan intensitas tinggi disertai angin kencang masih melanda Kabupaten Jepara.
“Data per hari Senin, (12/1/2026) pukul 13.25 ada 2.172 hektare lahan pertanian di 13 kecamatan yang terendam banjir,” kata Mundhofir pada Betanews.id saat ditemui di Desa Ngetuk, Kecamatan Nalumsari, Kabupaten Jepara.
Mundhofir merinci, lahan pertanian yang terendam banjir di 13 kecamatan yaitu Kecamatan Kalinyamatan 597 hektare, Kecamatan Donorojo 297 hektare, Kecamatan Welahan 268 hektare, Kecamatan Mayong 232 hektare, Kecamatan Kedung 239 hektare, Kecamatan Keling 158 hektare.
Selanjutnya Kecamatan Pecangaan 108 hektare, Kecamatan Nalumsari 92 hektare, Kecamatan Mlonggo 65 hektare, Kecamatan Bangsri 60 hektare, Kecamatan Kembang 30 hektare, Kecamatan Jepara 25 hektare, dan Kecamatan Batealit 1 hektare.
“Yang saat ini belum ada laporan di Kecamatan Nalumsari, Karimunjawa, dan Pakis Aji,” sebutnya.
Mundhofir melanjutkan, lahan pertanian itu terendam banjir karena tingginya debit air yang masuk ke area persawahan. Air itu berasal dari limpasan saluran air dan sebagian dari tanggul yang jebol.
Untuk saat ini, Mundhofir mengatakan lahan pertanian yang tergenang banjir akan ditunggu dulu selama tiga hari ke depan. Dengan harapan, air yang menggenangi area persawahan bisa segera surut. Sehingga tidak merusak tanaman padi yang baru ditanam.
“Kita menunggu tiga hari harapannya air bisa susut. Sehingga nanti padinya masih bisa tumbuh. Selama tiga hari air bisa susut, tidak tergenang, tidak busuk. InsyaAllah (tanaman padi) aman,” katanya.
Salah satu area lahan pertanian yang terendam air yaitu di Desa Kuanyar, Kecamatan Mayong. Kepala Desa Kuanyar, Khomsatun mengatakan di desanya lahan pertanian yang terendam banjir yaitu sekitar 100 hektare.
Baca juga: 18 Titik Longsor Kepung Desa Tempur Jepara, Akses Jalan Masih Tertutup Total
“Ini ada seratus hektare lebih yang terendam banjir. Usianya sekitar satu bulan, baru masuk MT pertama ini,” katanya.
Khomsatun mengatakan lahan sawah di desanya terendam banjir akibat adanya tanggul jebol dan tingginya debit kiriman air dari wilayah utara. Yaitu dari Desa Sengonbugel, Pelang, dan Pendo Kecamatan Mayong.
“Iya, daerah sini potensi banjir. Karena kawasan Pelang, Sengon, Pendo dan sekitarnya, itu kawasan industri. Air yang seharusnya menyerap ke tanah, jadi mengalir ke area permukiman dan sawah,” pungkasnya.
Editor: Suwoko

