BETANEWS.ID, KUDUS – Hujan ekstrem di wilayah Kabupaten Kudus mengakibatkan bencana longsor di Dukuh Kambangan, Desa Menawan, Kecamatan gebog, Minggu (11/1/2025). Akibat dari bencana tersebut, tiga rumah rusak dan satu korban meninggal dunia bernama Sriyatun.
Saksi mata sekaligus tetangga korban, Ahmad Syauqon menyampaikan, bencana longsor yang merenggut jiwa almarhum terjadi sekira pukul 13:00 WIB. Saat itu cuaca cukup ekstrem, karena curah hujan tinggi terjadi sejak semalam dan tak kunjung berhenti.
“Cuaca ekstrem tersebut mengakibatkan tebing yang berada di belakang di toko Sriatun longsor dan menjebok tembok bagian belakang. Naasnya, longsoran tersebut kemudian menimpa almarhum,” ujar Syauqon.
Baca juga: Akses Jalan Terputus Banjir, Dukuh Karangturi Terisolir
Sebelum terjadi bencana, suami korban mendengar pergerakan tebing yang ada di belakang toko. Curiga bahwa tebing bakal longsor, sang suami pun mengajak korban untuk menutup toko dan pulang ke rumah.
“Pada saat itu, justru korban keluar toko terlebih dulu. Namun, karea dompetnya ketinggalan, sehingga korban pun masuk ke toko kembali. Hingga kemudian tebing di belakang toko dan menimpa korban,” bebernya.
Ia yang mendengar suara gemuruh tebing longsor langsung keluar. Kemudian mengajak para tetangga untuk melakukan evakuasi terhadap korban yang tertimpa longsor.
“Pada saat ditemukan, korban dinyatakan meninggal dunia. Posisi korban saat itu berdiri terhimpit tanah longsor dengan dinding toko bagian dalam. Karena dinding luar sudah jebol tertimpa longsor,” jelasnya.
Dia menuturkan, tebing yang longsor kurang lebih tingginya 10 meter. Selain merenggut korban jiwa, longsor tersebut juga merusak toko korban yang berukuran tiga meter kali tujuh meter.
Baca juga: Hujan Ekstrem Picu Banjir dan Longsor di Kudus, Ribuan Warga Terdampak
“Kerusakan terjadi pada dinding belakang toko yang jebol sepanjang tiga meter,” imbuhnya.
Selain toko milik almarhum, tuturnya, ada dua lagi rumah di lokasi berbeda yang juga rusak karena bencana longsor. Namun, di dua lokasi tersebut tak sampai merenggut korban jiwa.
“Semoga cuaca ekstrem ini cepat berlalu. Tak ada lagi bencana dan korban jiwa lain,” harap Syauqon.
Editor: Suwoko

